Wisata Kreatif di Kampung Tridi

Kampung Tridi merupakan salah satu dari 17 kampung tematik di kota Malang yang pesonanya mengundang decak kagum banyak wisatawan untuk mendatanginya. Kampung ini berlokasi di Jalan Tumenggung Ledok Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing yang bisa dibilang cukup mudah untuk dijangkau oleh banyak moda transportasi yang melewati Kampung Tridi. Hal ini dikarenakan Kampung Tridi hanya berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun Malang. Hampir di setiap titik Kampung Tridi dapat dijadikan sebagai tempat untuk berswafoto maupun foto Bersama dimana gambar gambar yang ditawarkan sangat menarik dan beragam seperti flora dan fauna, kepala naga, mulut besar, serta jurang 3D. Saat memasuki Kampung Tridi dari gapura dekat sebelum jembatan besar Brantas, kita akan menemui keunikan awal di Kampung Tridi ini. Kita akan disambut tulisan besar Kampung Tridi dengan berbagai gambar layak untuk dijadikan tempat foto. Gambar-gambar berada di sisi kiri jalan. Sedang di sisi kanan terlihat keindahan rumah warga dengan berbagai macam warna. Pun juga yang menarik perhatian di sisi kanan ada perahu yang bisa dijadikan tempat foto menarik awal di Kampung Tridi.


Gambar-gambar 3 dimensi karya masyarakat lokal menjadi keunggulan kampung tridi dan menjadi pembeda dari kampung tematik lainnya. Kampung Tridi dengan segala keunikan membuatnya menjadi lokasi syuting Film “Yo Wis Ben”. Film nasional ini dibintangi oleh nama Youtuber terkenal Bayu Skak dan artis Joshua Suherman. Menjadi lokasi syuting film semakin melambungkan nama Kampung Tridi sebagai destinasi wisata pilihan di kota Malang. Tahun 2019 grup musik Krewella dari USA juga menjadikan kampung tridi sebagai latar belakang dari video klip mereka bahkan youtuber kenamaan dari Jakarta yaitu Ria Sukma Wijaya juga pernah mengabadikan beberapa foto di kampung tridi. Slogan yang dimunculkan warga kampung ini adalah 3D (Di sapa, Di temu, Di jaga), dimana konsep Sapta Pesona masyarakat sadar wisata telah dimunculkan sehingga menjadi daya Tarik wisata perkotaan.


Masyarakat yang ramah menjadi modal utama hadirnya wisata kampung tridi. Jumlah kunjungan harian rata-rata 100 orang dengan membayar tiket Rp.3000,- pengunjung akan memperoleh souvenir gantungan kunci, “Made in Warga Kampung Tridi”. Di hari libur kunjungan wisata ke kampung tridi antara 500-1000 orang perhari. Dari pengelolaan tempat wisata tersebut, maka masyarakat kampung tridi telah berdaya secara ekonomi, memberikan pekerjaan bagi penduduk lokal sebagai penjaga tiket masuk, pembuat souvenir, penjual makanan dan minuman, penjaga parkir, security. Dampak lainnya yaitu pembebasan iuran warga setiap bulannya, lingkungan sekitar terjaga kebersihannya dan perbaikan fasilitas kampung dibiayai dari tiket masuk wisatawan yang berkunjung. Konsep CBT (Community Based Tourism) kampung tridi sudah berjalan dengan baik.

Sumber : Dinas Pariwisata Kota Malang Nominasi #APIawards2020

Related Posts