Siapa sih yang nggak kagum dengan keindahan alam Indonesia bagian timur? Provinsi Maluku contohnya merupakan salah satu pilihan destinasi wisata di Indonesia bagian timur yang selalu jadi bahan pembicaraan saking indahnya. Semua gambar dan cerita dari sana selalu indah dan membuat kita berdecak kagum.

Kepulauan Maluku sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun yang lalu sebagai negeri kepulauan juga dikenal dengan negeri para raja atau juga sering disebut dengan Al-Jazirah Almuluk dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam yang melimpah. Tak heran banyak pihak yang berebut untuk menduduki bumi rempah-rempah ini. Nggak cuma kaya akan hasil alam, panorama di kepulauan Maluku juga tak kalah indahnya.

Provinsi maluku tidak hanya terkenal dengan keindahan alam maupun pesona budaya yang begitu terkenal hingga mancanegara, akan tetapi juga memiliki sumber kerajinan tangan atau sovenir yang tak kalah dengan daerah lain, terkhususnya kain Tenun yang sangat terkenal yakni kain tenun tanimbar
Tenun tanimbar berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Sepintas motifnya tampak sederhana namun di baliknya sarat akan makna hidup. “Begitu sederhananya, keindahan tenun tanimbar sulit dimengerti. Meski setiap daerah di Tanimbar memiliki tenun dengan ciri khasnya masing-masing, motif tenun tanimbar pada umumnya memiliki motif dengan filosofi yang sama di baliknya.
Sudah sering melihat atau bahkan pernah mengenakan kain tenun? Tapi sudahkah Anda tahu tentang cerita dibalik keunikan motif yang ada? “Para leluhur mencoba melihat keindahan dari alam, sekecil apapun bentuknya. Mulai dari jentik nyamuk, ulat, hingga hati jagung. Setiap motif pada kain tenun memiliki cerita unik dan khas. Termasuk pada tenun khas Tanimbar dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Tenun ikat khas Tanimbar biasanya didominasi oleh garis dan corak tertentu yang menggambarkan keadaan alam sekitar. Seperti motif tumbuhan, hewan hingga motif manusia.

Meski ada beragam motif pada tenun khas daerah tersebut. Ada salah satu motif yang memiliki filosofi unik di dalamnya, yakni ulerati. Dalam Bahasa Maluku, ulerati bermakna ulat kecil. Motif ini menyimpan filosifi kecintaan masyarakat akan lingkungan hidup serta apresiasi pada perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Layaknya ulat yang bisa bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Motif ulerati seakan mewakili gambaran proses alami kehidupan merujuk pada kehidupan yang lebih baik. Motif ulerati bentuknya berupa barisan ulat-ulat kecil menyerupai garis panjang. Untuk membuatnya pun harus melewati proses panjang dan butuh waktu lama.Biasanya tenun Tanimbar dengan motif ulerati terbuat dari bahan katun atau sutera yang didominasi warna biru dan abu-abu.
Tenun Tanimbar juga dikenal dengan motif Tunis atau anak panah. Motif ini merefleksikan kesigapan masyarakat Tanimbar terhadap ancaman. Bagi wanita Tanimbar, motif ini bisa pula bermakna kekuatan dan kesiapan mental untuk menghadapi rintangan hidup. Yang unik, tidak seperti batik dan beberapa jenis wastra lainnya, tenun Tanimbar bisa dipakai oleh siapa saja tanpa memandang posisi di masyarakat, entah itu raja atau rakyat jelata. Hal ini karena masyarakat Tanimbar menganut sistem kekerabatan ‘Lebit Lokat’ atau ’emas untuk semua’ yang bermakna setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang setara.

Saat ini tenun tanimbar menjadi salah satu souvenir menarik dari Maluku yang telah diproduksi dalam berbagai bentuk produk modern seperti topi, syal, tas, dompet, tempat tissue, sepatu dan sandal. Souvenir tenun tanimbar tersebut dapat diperoleh pada toko oleh-oleh khas Maluku dengan harga yang terjangkau.

Sumber Text & Photo : Dinas Pariwisata Prov. Maluku

Related Posts