Situs Sejarah Terpopuler Indonesia

Situs Sejarah Terpopuler 2019

1. Istana Raja Sisingamangaraja – Kab. Humbahas

Istana Raja Sisingamangaraja adalah salah satu situs warisan sejarah dari Kerajaan Sisingamangaraja.  Istana tersebut berada di Dusun Lumban Raja, Desa Simamora, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan. Di dalam Istana Raja Sisingamangaraja terdapat 5 unit rumah tradisional Batak dengan fungsi yang berbeda-beda. Selanjutnya terdapat Makam Raja Sisingamangaraja X, Makam Raja Sisingamangaraja XI , Batu Siungkap-ungkapon, Tugu Siraja Oloan. Istana Raja Sisingamangaraja ini sering dikunjungi oleh para wisatawan dan tetap dilestarikan oleh pemerintah, masyarakat serta keturunan Raja Sisingamangaraja. Pemerintahan Kerajaan Sisingamangaraja berpusat di Bakara (sekarang Baktiraja), Kabupaten Humbang Hasundutan dari Tahun 1530 – Tahun 1907. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Raja Sisingamangaraja I – Raja Sisingamangaraja XII. Salah satu generasi dari Raja Sisingamangaraja yakni  Raja Sisingamangaraja XII ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sesuai Surat Keputusan Presiden RI Nomor : 590 Tahun 1961 Tanggal 9 November 1961.


 

2. Candi Plaosan – Kab. Klaten

Candi Plaosan merupakan candi Buddha dengan kemuncaknya yang berbentuk stupa. Hal tersebut di perkuat dengan adanya arca Buddha dan candi perwara atau candi pendamping berbentuk kecil yang berbentuk stupa pula. Dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno yang kala itu diperintah oleh Rakai Pikatan. Candi Plaosan sendiri terdiri dari dua bagian yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul, kedua candi tersebut hanya berjarak 20 meter saja. Dan lokasinya yang berada di samping pemukiman warga membuat pengunjung yang datang merasa lebih aman dan nyaman. Candi Plaosan merupakan kawasan dari situs arsitektur kuno yang berdiri megah di atas rumput yang hijau. Dilihat secara sekilas Candi Plaosan Lor ini tampak kembar antara kedua candi induk yang ada. Dengan luas 440 x 270 meter sudah tampak bahwa komplek candi ini luas dengan segala perbedaan dan keindahan yang ada didalamnya. Reruntuhan bebatuan disekitar lokasi juga menambah nilai eksotisme dari candi. Candi Plaosan sendiri dibuka dari matahari terbit sampai matahari tenggelam, karena keindahannya Candi Plaosan sunset dan Candi Plaosan sunrise menjadi pilihan tersendiri dan tentunya sangat memukau dengan latar candi yang sangat megah. Langit dengan semburan warna jingga ditambah udaranya yang dingin akan menambahkan rasa puas dan semangat saat pagi hari tiba. Hal tersebut menjadikan lokasi ini sebagai tempat favorit untuk berfoto, selain di candi, pengunjung dapat melakukan sesi foto di hamparan rumputnya yang hijau dan dari atas dapat terlihat pula deretan sawah yang berjajar rapi menambah keindahan yang ada. Pada saat-saat, pengunjung bisa menikmati kemegahan candi sembari melihat petani yang membajak sawah atau menyaksikan gerobag sapi yang melintas lengkap dengan bunyi gemerincingnya yang khas


 

3. Rumah Bung Karno – Kab. Bangka Barat

Pesanggrahan Menumbing awalnya adalah sebuah rumah peristirahatan yang dibangun pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1930 sebagai rumah peristirahatan para pegawai perusahaan tambang timah Bank Tinwinning Bedriff yang ada di Muntok. Berdiri di puncak bukit Menumbing sekitar 445 meter di atas permukaan laut. Pesanggrahan Menumbing dulunya digunakan sebagai lokasi pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta. Tokoh nasional lainnya yang juga sempat diasingkan di wilayah Muntok yakni Agus Salim, Mohammad Roem dan Ali Satroamijoyo. Bangunan yang berada di puncak Bukit Menumbing itu merupakan sebuah bangunan permanen berbahan batu dan semen yang dicat warna putih. Bangunan ini mirip benteng yang menghadap langsung ke Pelabuhan Muntok.

Selain bangunan utama serupa benteng, juga terdapat sejumlah bangunan kecil yang berfungsi sebagai gudang dan pos jaga. Di sekitar benteng terdapat banyak lembah yang curam. Lembah hingga punggungan perbukitan di kawasan ini, masih terjaga kelestariannya. Pepohonan hijau tampak tumbuh lebat tinggi menjulang.


  

Situs Sejarah Terpopuler 2018

1. Rumah Gadang Panjang – Kab. Solok Selatan

Rumah Gadang adalah salah satu peninggalan kebudayaan masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang sangat bersejarah, serta memiliki nilai-nilai tradisi yang luar biasa. Di Kabupaten ini terdapat banyak sekali rumah-rumah gadang yang berdiri dengan kokoh dan oleh masyarakat sekitar memberikan julukan sebagai Nagari Seribu Rumah Gadang.

Disini juga terdapat  bangunan rumah gadang yang di klaim terpanjang di kota Minangkabau dengan nama Rumah Gadang 21 Ruang Abai. Diperkirakan Rumah Gadang 21 Ruang Abai dibangun selama 3 tahun yang dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat sekitar. Arsitektur bangunan yang cukup unik dan tradisional dengan dibentuk sekitar 15 gonjong yang dapat ditemukan pada bagian dalam ruangan dan dekat dengan gerbang masuk rumah. Panjang Rumah Gadang ini sekitar 95 meter dengan ruang utama yang berada di tengah dan beberapa ruang kamar tidur di dekatnya. Rumah Gadang Panjang merupakan salah satu objek wisata budaya yang dimiliki oleh Solok Selatan, selain kawasan seribu rumah gadang.


 

2. Patung Mejan – Kab. Pakpak Bharat

Mejan merupakan sebutan untuk patung-patung yang diukir oleh suku Pakpak sejak lama. Mejan merupakan situs batu/menhir yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun, bahkan ribuan tahun. Mejan juga sebagai salah satu bukti bahwa telah adanya peradaban suku pakpak di Tanah Simsim sejak jaman batu dan merupakan salah satu cagar budaya yang ada pada suku Pakpak. Mejan merupakan patung batu berbentuk Gajah yang ditunggangi oleh Manusia.

Saat ini Mejan hanya tinggal tersisa beberapa saja yang masih dapat dilihat di Kabupaten Pakpak Bharat. Bagi suku Pakpak, Mejan merupakan suatu simbol kebanggaan dan kemasyuran karena diyakini patung-patung tersebut mengandung unsur mistik tersendiri yang diyakini memiliki kekuatan gaib yang telah ditanamkan oleh pembuatnya. Pada jaman dahulu juga diyakini bahwa Mejan dapat bergerak dan berjalan sesuai perintah dari yang empunya.


 

3. Gua Liangkabori – Kab. Muna

Siapa yang menyangka bahwa Gua terkaya di dunia berada di Desa Liang Kabori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Dalam bahasa Muna, Liang berarti gua dan Kabori berarti tulis, sehingga Liang Kabori dapat diartikan gua bertulis atau bergambar dan memiliki keindahan yang luar biasa. Beberapa profesor ahli gua dari Internasional mengatakan bahwa mereka sangat tercengang akan keindahan Liang Kabori ini dan menyatakan bahwa Liang Kabori ini termasuk gua terkaya di seluruh dunia, dikarenakan terdapat ratusan gambar yang menjadi ornamen di Liang Kabori ini, sementara gua-gua yang sering mereka temukan di seluruh dunia biasanya tunggal. Seperti hanya bekas telapak tangan atau jejak kaki. Berbeda dengan gua-gua lainnya, Liang Kabori memiliki anega ragam gambar yang ada di dinding gua. Ada gambar layang-layang, gambar kuda, gambar matahari, gambar orang berburu, gambar perahu dan lain sebagainya. Dari gambar-gambar yang tertera di dinding dapat dipelajari bahwa ada sebuah peradaban manusia purba.

Selain itu Liang Kabori memiliki keindahan stalaktit dan stalakmit, terdapat mata air yang menetes dari dinding gua. wisatawan dapat merasakan kesejukan dan ketenangan saat berkunjung di sini. Selain menjadi tempat wisata, Liang Kabori dapat menjadi sumber keilmuan yang dapat memberikan pelajaran bagi para akademisi terutama mereka yang mempelajari sejarah.


 

Related Posts