Festival Pariwisata Terpopuler di Indonesia

Festival Pariwisata Terpopuler Tahun 2019

1. Festival Karang Lintang – Kab. Bangka ; Festival Karang Lintang merupakan sebuah event yang digagas oleh komunitas pariwisata bersama pemerintah Kabupaten Bangka. Acara ini dibuka dengan berbagai penampilan menarik seperti Barongsai, tari sembahyang rebut, tari kemuning, pencak silat, wushu, dan drum band yang diadakan di pantai Lepar Belinyu. Dengan menampilkan pertunjukan kolaborasi barongsai, tari sembahyang rebut, dan tari kemuning, memperlihatkan keragaman budaya dan kerukunan masyarakat Bangka yang terjalin dengan sangat baik. Diharapkan dengann adanya event semacam ini juga dapat memperkuat rasa persaudaraan diantara masyarakat setempat. Selain itu, Festival Karang Lintang juga digunakan sebagai wadah mempromosikan wisata-wisata baru dengan memperlihatkan potensi-potensi alam yang perlu dilestarikan dan dikembangkan, juga mempromosikan wisata kuliner di Belinyu.


 

2. Festival Tapa Malenggang – Kab. Batanghari ; Festival Tapa Malenggang diisi dengan berbagai kegiatan yang mencerminkan kebudayaan Kabupaten Batang Hari. Festival ini juga sebagai sejarah perjuangan masyarakat bumi Serentak Bak Regam yang penuh semangat dan tanpa menyerah. Serta berpegang teguh kepada adat dan budaya. Festival tersebut juga merupakan ajang untuk memperkenalkan potensi Daerah, khususnya Potensi Pariwisata dan Budaya kepada masyarakat di Provinsi Jambi khususnya dan di tingkat Nasional pada umumnya

Festival Tapa Malenggang ini dilaksanakan dalam beberapa rangkaian kegiatan.Diantaranya Sedekah Bumi, Fashion Carnaval, Batang Hari Expo, Lomba Bekarang, Lomba Mancing Tradisi, Batang Hari Marcing Competition, Festival Musil Tradisional, malam kesenian, Festival Band dan ditutup dengan hiburan rakyat. Untuk penyelenggaraan Expo sendiri, akan menyajikan puluhan stand kuliner, kerajinan tangan dan pelayanan dinas-dinas yang ada di Kabupaten Batanghari. Di expo ini, sejumlah stand perwakilan kecamatan wilayah Batanghari saling memamerkan produk unggulannya. Kegiatan Festival Tapa Malenggang tersebut tidak hanya meriah, namun juga khas dan menarik. Hal itu dikarenakan Festival Tapa Malenggang tersebut menampilkan kreatifitas dan Kebudayaan masyarakat Daerah setempat, selain itu juga menunjukkan Pembangunan di Kabupaten Batang Hari.

 

3. Malang Flower Carnival – Kota Malang ; Malang Flower Carnival (MFC) dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang dengan tujuan untuk semakin mempopulerkan pariwisata Kota Malang sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Peserta MFC dibagi ke dalam 2 kategori yaitu kategori anak dan dewasa. Para peserta karnaval akan mengenakan busana berukuran besar dan berlenggang di sepanjang Jalan Ijen yang juga berfungsi sebagai catwalk. Karakter busana peserta harus 75 persen berornamen bunga dan terbuat dari bahan daur ulang sebagai wujud kepedulian dalam pelestarian lingkungan. Peserta berasal dari berbagai kota dan provinsi di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Jember, Blitar, Pasuruan, Malang, Batu, Surabaya, Probolinggo, Bondowoso, Kediri dan Nganjuk. Pemenang dari tahun-tahun sebelumnya tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam kompetisi lagi namun mereka diizinkan untuk mengikuti parade grand show. MFC adalah salah satu utusan Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan budaya Indonesia di luar negeri. Gelaran acara tahunan ini dikemas secara atraktif. Selain diikutkan dalam parade yang indah dan megah, busana dan gerakan tarian para peserta juga dilombakan. Tentu saja kriteria penilaian didasarkan pada keunikan dan keindahannya. Pemenang dari tahun-tahun sebelumnya tidak diperbolehkan mengikuti lomba lagi, tapi diperbolehkan berpartisipasi dalam parade grand show. Ada pula pertunjukan budaya yang dipersembahkan oleh beberapa negara sahabat. Keberadaan pertunjukan semacam ini bisa dipahami karena MFC sudah dikenal di panggung internasional. Pada 2014, tim MFC berhasil menyabet penghargaan The Best Performances dalam Parade Budaya Internasional di Moskow. Setelah sukses di ibukota Rusia itu, mereka tampil memukau dalam helatan budaya dan pariwisata di Taiwan. Lalu, pada tahun 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia, MFC juga meraih sukses. Penghargaan Best National Costume, Miss Queen Tourism Ambassador International, berhasil mereka bawa pulang ke tanah air.


 

Festival Pariwisata Terpopuler Tahun 2018

1. Festival Cian Cui – Kab. Kep. Meranti ; Cian Cui atau biasa dikenal dengan sebutan festival perang air merupakan tradisi perayaan tahun baru Cina di Kota Selat panjang, Riau. Festival yang dijadikan ajang pariwisata sejak 2013 ini membaurkan warga dari semua etnis di Kabupaten Meranti.
Festival yang berakar pada sejarah lokal puluhan tahun silam ini menjadi pesta rakyat yang dikembangkan menjadi momen pariwisata dan diharapkan dapat menyumbangkan peningkatan ekonomi daerah setempat.


 

2. Dieng Culture Festival – Kab. Banjarnegara ; Dieng Culture Festival adalah sebuah acara tahunan dengan acara inti meruwat rambut gimbal anak Dieng , Sebuah tradisi warisan leluhur Dataran Tinggi Dieng yang sampai sekarang masih ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat dieng. Dieng Culture Festival menggabungkan konsep budaya dengan wahana wisata alam. Diselenggarakan pertama kali pada tahun 2010 atas kerjasama dari Equator Sinergi Indonesia, Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa dan Dieng Ecotourism.
Tujuan dari kelompok sadar wisata ini adalah untuk mengenalkan pentingnya sadar wisata dan juga sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata dieng serta melestarikan peninggalan budaya leluhur yang ada di sekitarnya.


 

3. Dragon Fest – Kota Yogyakarta ; Karnaval budaya yang menyuguhkan berbagai kesenian tiongkok ini diadakan di Kampung Ketandan Malioboro. Festival ini setiap tahunnya ditunggu masyarakat dan menjadi salah satu magnet tersendiri bagi wisatawan keluarga untuk mengajak anak-anaknya mengenal dan mengetahui sebuah pertunjukan yang tak hanya menyuguhkan kreasi tarian khasnya, melainkan juga pertunjukan atraksi yang membuat decak kagum.

Related Posts