Wisata Halal Terpopuler 2018

1. Al Quran Al Akbar (Kota Palembang)

Al Quran Al-Akbar atau biasa dikenal dengan Al Quran Raksasa ini merupakan yang terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk Al Quran 30 juz yang di buat pada media dari kayu jenis tembesu.

Wisata religi yang terdapat di kota Palembang ini tidak hanya menawarkan hiburan, namun juga memberikan pengetahuan dan meningkatkan kecintaan umat muslim pada Al-Quran.

2. Desa Bubohu (Kabupaten Gorontalo)

Desa Bubohu atau juga dikenal dengan nama Desa Bongo, satu tempat yang menawarkan pengalaman rohani berbeda, yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Religius oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Desa Bubohu merupakan sebuah desa adat yang juga merupakan sebuah pesantren alam, dimana di dalamnya terdapat para santri yang tengah menimba ilmu agama Islam.

3. Gema Muharram (Kabupaten Indragiri Hilir)

Peringatan masuknya bulan muharram menjadi tradisi yang diperingati Kabupaten Indragiri Hilir. Tradisi ini dikemas dalam sebuah wisata religi bernama Gema Muharram. Tradisi ini terus dilestarikan, dengan tujuan untuk mengembangkan destinasi wisata religi sebagai ikon wisata Provinsi Riau.

Gema Muharram menjadi kebanggaan masyarakat Indragiri Hilir dilatarbelakangi oleh potensi pengembangan kepariwisataan di Provinsi Riau, terutama dalam bidang kepariwisataan religi.

4. Islamic Center (Kota Samarinda)

Masjid Islamic Center Samarinda (ICS) yang berdiri megah di tepian Sungai Mahakam merupakan Masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara yang menjadi ikonik kota Samarinda. Dengan posisi persis di tepian sungai dan jembatan Mahakam, Masjid ini sungguh elok dipandang.

Fungsinya saat ini tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Islam, namun telah menjadi pusat peradaban dan wisata yang mengagumkan.

5. Kampung Halal Karang Jangkong (Kota Mataram)

Provinsi Nusa Tenggara Barat selain dikenal dengan daerah seribu masjid, juga dikenal dengan beragam destinasi wisata dan kuliner halal. Termasuk Kampung Halal Karang Jangkong yang menawarkan konsep destinasi wisata di pusat kota yang menampilkan wisata pedesaan.

Wisata kreatif yang ada di NTB ini memfasilitasi semua yang dibutuhkan sebagai destinasi kampung wisata halal sesuai syar’I dengan konsep wisata halal di tengah kota, rasa desa. Karang Jangkong terus berkembang di bawah tangan-tangan kreatif para anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di Nusa Tenggara Barat.

6. Komleks Makam Sunan Muria (Kabupaten Kudus)

Wisata religi Sunan Kudus berada di Bukit Muria yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah dan berada pada ketinggian lebih dari 1600 meter di atas permukaan laut.

Makam Sunan Muria merupakan salah satu bukti arkeologis yang berkenaan dengan masa awal perkembangan Islam di Jawa khusunya di wilayah Kudus, Pati dan sekitarnya. Kompleks Makam Sunan Muria merupakan salah satu living monument yang sampai saat ini masih ramai dikunjungi oleh para peziarah.

7. Masjid Raya Baiturrahman (Kota Banda Aceh)

Saksi sejarah era kejayaan Kesultanan Aceh yang juga menjadi saksi tragedi pembakaran oleh kolonial Belanda tahun 1873 hingga hantaman tsunami di akhir 2004 yang masih berdiri kokoh sampai saat ini ialah Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 (1022 Hijriah) berada di Jantung Kota Aceh dan menjadi pusat peradaban islam sampai dengan saat ini.

8. Melayu Square (Kota Tanjung Pinang)

Melayu Square menawarkan pesona keindahan spot wisata kuliner yang mempesona. Letaknya yang dekat dengan pantai membuat suasana menjadi semakin menyenangkan. Menikmati indahnya matahari tenggelam, ditemani dengan berbagai macam kuliner yang berderet menjajakan aneka jenis hidangan melayu yang memiliki cita rasa yang khas tersedia disana.

Puluhan pedagang yang menyajikan keberagaman makanan serta lokasinya yang strategis, membuat Melayu Square memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sensasi menikmati indahnya pesona hamparan laut lepas sambil duduk menyantap hidangan di Melayu Square tidak dapat dilupakan.

9. Pulau Santen (Kabupaten Banyuwangi)

Salah satu spot terbaik untuk berburu sunrise di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur adalah Pulau Santen. Menikmati pemandangan indah berupa sunrise ditemani jajaran pohon-pohon santen yang berjajar,lengkap dengan pulau Bali sebagai latar belakangnya.

Pulau Santen terletak di Desa Karangharjo saat ini menjadi wisata halal berkonsep syariah terpopuler. Menyajikan pemandangan kontras antara pasir hitam dengan air pantai yang jernih. Konsep halal tourism yang ditampilkan pada pulau ini terlihat pada sajian makanan halal, tidak ada minuman keras, berhijab bagi perempuan, dan sejumlah peraturan syariah lainnya. Sangat menarik dan unik, karena pertama kali diterapkan di Indonesia.

10. Sayyang Pattudu (Kabupaten Polewali Mandar)

Tradisi Sayyang pattudu selain dipakai dalam rangka syukuran anak-anak khatam Al-Quran, juga dijumpai pada acara pernikahan (tokaweng). Acara ini diadakan sekali dalam setahun, bertepatan dengan bulan Maulid/Rabiul Awwal (kalender hijriyah). Dalam pesta tersebut menampilkan atraksi kuda berhias yang menari sembari ditunggangi anak-anak yang sedang mengikuti acara tersebut.

Syukuran ini dimeriahkan dengan arak-arakan keliling kampung dengan menggunakan seekor kuda yang menari di bawah lantunan irama para pengiring Parrawana. Kuda-kuda tersebut juga terlatih untuk mengikuti irama pesta dan mampu berjalan sembari menari mengikuti iringan musik tabuhan rebana, dan untaian pantun khas Mandar (kalinda’da’).