Wisata Halal Indonesia Terpopuler 2018

Kategori Kampung Adat API Award
  • Juara 1. Al Quran Al Akbar — Kota Palembang
  • Juara 2. Masjid Raya Baiturrahman — Kota Banda Aceh
  • Juara 3. Gema Muharram — Kab. Indragiri Hilir

Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia jelas termasuk yang memiliki wisata halal. Terlebih, jejak-jejak sejarah masuknya islam ke Indonesia yang berpadu dengan budaya lokal nusantara sejak dulu menjadikannya lebih unik.

Baru-baru ini telah digelar ajang bergengsi pariwisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yaitu ajang Anugerah Pesona Indonesia 2018, dengan salah satu kategorinya adalah Wisata Halal Terpopuler.

Nah, berikut 10 nominasi “Wisata Halal Terpopuler 2018” berdasarkan API Award, yang tentunya bisa menjadi alternatif saat menentukan pilihan liburan.

  1. Al Quran Al Akbar, Kota Palembang
  2. Desa Bubohu, Kab. Gorontalo
  3. Gema Muharram, Kab. Indragiri Hilir
  4. Islamic Center, Kota Samarinda
  5. Kampung Halal Karang Jangkong, Kota Mataram
  6. Kompleks Makam Sunan Muria, Kab. Kudus
  7. Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh
  8. Melayu Square, Kota Tanjung Pinang
  9. Pulau Santen, Kab. Banyuwangi
  10. Sayyang Pattudu, Kab. Polewali Mandar

01. Al Quran Al Akbar

Kota Palembang, Sumatera Selatan

Al Quran raksasa 30 juz yang dibuat pada media kayu tembesi.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11A
Kirim SMS ke 99386
Al Quran Al Akbar

Al Quran Al-Akbar atau biasa dikenal dengan Al Quran Raksasa ini merupakan yang terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk Al Quran 30 juz yang di buat pada media dari kayu jenis tembesu.

Wisata religi yang terdapat di kota Palembang ini tidak hanya menawarkan hiburan, namun juga memberikan pengetahuan dan meningkatkan kecintaan umat muslim pada Al-Quran.

Back to top

02. Desa Bubohu

Kab. Gorontalo, Gorontalo

Ditetapkan sebagai desa wisata religius oleh pemerintah Prov. Gorontalo

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11B
Kirim SMS ke 99386

Desa Bubohu atau juga dikenal dengan nama Desa Bongo, satu tempat yang menawarkan pengalaman rohani berbeda, yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Religius oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Desa Bubohu merupakan sebuah desa adat yang juga merupakan sebuah pesantren alam, dimana di dalamnya terdapat para santri yang tengah menimba ilmu agama Islam.

Back to top

03. Gema Muharram

Kab. Indragiri Hilir, Riau

Tradisi bulan Muharram yang dikemas menjadi wisata religi.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11C
Kirim SMS ke 99386

Peringatan masuknya bulan Muharram menjadi tradisi yang diperingati Kabupaten Indragiri Hilir. Tradisi ini kemudian dikemas menjadi sebuah wisata religi bernama Gema Muharram. Tradisi ini terus dilestarikan, dengan tujuan untuk mengembangkan destinasi wisata religi sebagai ikon wisata Provinsi Riau.

Gema Muharram menjadi kebanggaan masyarakat Indragiri Hilir dilatarbelakangi oleh potensi pengembangan kepariwisataan di Provinsi Riau, terutama dalam bidang kepariwisataan religi.

Back to top

04. Islamic Center

Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Berdiri megah di tepian sungai Mahakam, dan salah satu masjid termegah di Asia Tenggara.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11D
Kirim SMS ke 99386

Masjid Islamic Center Samarinda (ICS) yang berdiri megah di tepian Sungai Mahakam merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara yang menjadi ikonik kota Samarinda. Dengan posisi persis di tepian sungai dan jembatan Mahakam, Masjid ini sungguh elok dipandang.

Fungsinya saat ini tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Islam, namun telah menjadi pusat peradaban dan wisata yang mengagumkan.

Back to top

05. Kampung Halal Karang Jangkong

Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

Menawarkan konsep destinasi wisata pedesaan di pusat kota Mataram.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11E
Kirim SMS ke 99386

Provinsi Nusa Tenggara Barat selain dikenal dengan daerah seribu masjid, juga dikenal dengan beragam destinasi wisata dan kuliner halal. Termasuk Kampung Halal Karang Jangkong yang menawarkan konsep destinasi wisata di pusat kota yang menampilkan wisata pedesaan.

Wisata kreatif yang ada di NTB ini memfasilitasi semua yang dibutuhkan sebagai destinasi kampung wisata halal sesuai syar’i dengan konsep wisata halal di tengah kota, rasa desa. Karang Jangkong terus berkembang di bawah tangan-tangan kreatif para anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di Nusa Tenggara Barat.

Back to top

06. Kompleks Makam Sunan Muria

Kab. Kudus, Jawa Tengah

Salah satu bukti sejarah yang masih ada hingga kini dan ramai dikunjungi para peziarah.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11F
Kirim SMS ke 99386

Wisata religi Sunan Kudus berada di Bukit Muria yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah dan berada pada ketinggian lebih dari 1600 meter di atas permukaan laut.

Makam Sunan Muria merupakan salah satu bukti arkeologis yang berkenaan dengan masa awal perkembangan Islam di Jawa khusunya di wilayah Kudus, Pati dan sekitarnya. Kompleks Makam Sunan Muria merupakan salah satu bukti sejarah yang sampai saat ini masih ramai dikunjungi oleh para peziarah.

Back to top

07. Masjid Raya Baiturrahman

Kota Banda Aceh, Aceh

Merupakan pusat peradaban islam hingga saat ini.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11G
Kirim SMS ke 99386

Saksi sejarah era kejayaan Kesultanan Aceh yang juga menjadi saksi tragedi pembakaran oleh kolonial Belanda tahun 1873 hingga hantaman tsunami di akhir 2004 yang masih berdiri kokoh sampai saat ini ialah Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 (1022 Hijriah) berada di Jantung Kota Aceh dan menjadi pusat peradaban islam sampai dengan saat ini.

Back to top

08. Melayu Square

Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

Menawarkan pesona keindahan matahari tenggalam dan wisata kuliner melayu.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11H
Kirim SMS ke 99386

Melayu Square menawarkan pesona keindahan spot wisata kuliner yang mempesona. Letaknya yang dekat dengan pantai membuat suasana menjadi semakin menyenangkan. Menikmati indahnya matahari tenggelam, ditemani dengan berbagai macam kuliner yang berderet menjajakan aneka jenis hidangan melayu yang memiliki cita rasa yang khas tersedia disana.

Puluhan pedagang yang menyajikan keberagaman makanan serta lokasinya yang strategis, membuat Melayu Square memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sensasi menikmati indahnya pesona hamparan laut lepas sambil duduk menyantap hidangan di Melayu Square tidak dapat dilupakan.

Back to top

09. Pulau Santen

Kab. Banyuwangi, Jawa Timur

Wisata halal dengan konsep syariah yang menjadi salah satu spot terbaik untuk berburu sunrise.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11I
Kirim SMS ke 99386

Salah satu spot terbaik untuk berburu sunrise di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur adalah Pulau Santen. Menikmati pemandangan indah berupa sunrise ditemani jajaran pohon-pohon santen yang berjajar,lengkap dengan pulau Bali sebagai latar belakangnya.

Pulau Santen terletak di Desa Karangharjo saat ini menjadi wisata halal berkonsep syariah terpopuler. Menyajikan pemandangan kontras antara pasir hitam dengan air pantai yang jernih. Konsep halal tourism yang ditampilkan pada pulau ini terlihat pada sajian makanan halal, tidak ada minuman keras, berhijab bagi perempuan, dan sejumlah peraturan syariah lainnya. Sangat menarik dan unik, karena pertama kali diterapkan di Indonesia.

Back to top

10. Sayyang Pattudu

Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Tradisi Sayyang Pattudu diadakan sekali setahun saat bulan Maulid.

VOTE APIaward

Ketik API (spasi) 11J
Kirim SMS ke 99386

Wisata halal dari Polewali Manda ini adalah tradisi Sayyang pattudu. Selain dipakai dalam rangka syukuran anak-anak khatam Al-Quran, juga dijumpai pada acara pernikahan (tokaweng). Acara ini diadakan sekali dalam setahun, bertepatan dengan bulan Maulid/Rabiul Awwal (kalender hijriyah). Dalam pesta tersebut menampilkan atraksi kuda berhias yang menari sembari ditunggangi anak-anak yang sedang mengikuti acara tersebut.

Syukuran ini dimeriahkan dengan arak-arakan keliling kampung dengan menggunakan seekor kuda yang menari di bawah lantunan irama para pengiring Parrawana. Kuda-kuda tersebut juga terlatih untuk mengikuti irama pesta dan mampu berjalan sembari menari mengikuti iringan musik tabuhan rebana, dan untaian pantun khas Mandar (kalinda’da’).

Back to top