Situs Sejarah Terpopuler 2018

1. Benteng Belgica (Kabupaten Maluku Tengah)

Benteng Belgica dibangun oleh Portugis yang kemudian direbut dan diduduki oleh Belanda pada abad ke 17. Lokasi benteng ini berada di atas perbukitan Tabaleku, sebelah barat daya Pulau Naira, Maluku Tengah dan terletak di ketinggian 30,01 mdpl. Benteng Belgica dibangun pada tahun 1611 di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Pieter Both ini memiliki suatu keunikan yaitu gaya bangunan persegi lima yang berada di atas bukit dan jika dilihat dari segala penjuru maka hanya akan nampak
4 buah sisi, akan tetapi jika dilihat dari udara akan nampak seperti bintang persegi atau mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat, sehingga dijuluki juga sebagai The Indonesian Pentagon. Benteng ini terdiri dari dua lapis bangunan, untuk memasukinya harus menggunakan tangga yang aslinya berupa tangga yang dapat diangkat (semacam tangga hidrolik). Benteng ini sebenarnya adalah salah satu benteng peninggalan Portugis yang awalnya berfungsi sebagai pusat pertahanan, namun pada masa penjajahan Belanda benteng Belgica dialih fungsikan sebagai pemantau lalu lintas kapal dagang.

Pada bagian tengah benteng terdapat ruang terbuka luas untuk para tahanan yang di tengah ruang terbuka tersebut terdapat dua buah sumur rahasia yang konon katanya dapat menghubungkan benteng dengan pelabuhan dan Benteng Nassau yang berada di tepi pantai. Pada setiap sisi benteng terdapat sebuah menara dan untuk menuju puncak menara tersedia tangga dengan posisi nyaris tegak dan lubang keluar yang sempit. Dari puncak menara ini wisatawan dapat menikmati panorama sebagian daerah Kepulauan Banda, mulai dari birunya perairan Teluk Banda, sunset, puncak Gunung Api yang menjulang, sampai rimbunnya pohon pala di Pulau Banda Besar. Berjalan-jalan di sekitar benteng ini sangat menyenangkan sambil membayangkan suasana masa kolonial tempo doeloe.

2. Benteng Otanaha (Kota Gorontalo)

Benteng Otanaha terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, atau sekitar 20 menit perjalanan darat dari Kota Gorontalo. Benteng Otanaha dibangun di atas sebuah bukit sebagai benteng pertahanan, benteng ini dibangun pada tahun 1522M oleh Raja Ilato yang diprakarsai oleh para pemimpin kapal Portugis yang berlabuh di pelabuhan Gorontalo. Benteng Otanaha terdiri atas tiga bangunan yang masing-masing berbentuk lingkaran. Benteng itu hanya berupa dinding tanpa atap. Tinggi dinding sekitar 1 meter dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter. Benteng ini sangat kuat meskipun dibangun dengan bahan pasir, batu kapur dan putih telur Burung Maleo sebagai perekatnya. Walaupun kondisinya saat ini hanya menyisakan dinding, bangunan yang berdiri di atas bukit ini masih menjadi salah satu tujuan wisata di Gorontalo. Lokasi benteng juga bersebelahan langsung dengan Danau Limboto, satu-satunya danau di Gorontalo.

Wisatawan dapat menuju benteng dengan berjalan kaki melalui ratusan anak tangga dengan kemiringan sekitar 60 derajat yang mengarah langsung ke puncak bukit dengan 4 tempat persinggahan. Uniknya anak tangga pada setiap persinggahan jumlahnya tidak sama, dari awal perjalanan sampai ke persinggahan pertama melalui 52 anak tangga, dari pesinggahan pertama ke persinggahan kedua melalui 83 anak tangga, dari persinggahan kedua ke persinggahan ketiga melalui 53 anak tangga, dari persinggahan ketiga ke persinggahan keempat melalui 89 anak tangga dan terakhir untuk sampai ke benteng melalui 71 anak tangga. Meskipun perjalanan untuk mencapai Benteng Otanaha membutuhkan perjalanan yang menguras tenaga, namun begitu sampai di benteng seluruh kelelahan tersebut terbayar seketika begitu menyaksikan panorama keindahan di sekeliling benteng, wisatawan juga dapat menyaksikan keindahan Danau Limboto dari atas benteng.

3. Candi Singosari (Kabupaten Malang)

Wisata Candi Singosari Malang adalah salah satu tempat wisata  sejarah yang berada di Desa Candi Renggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur atau kurang lebih 9 Km dari kota Malang ke arah Surabaya. Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Cungkup atau Candi Menara, yang pada masanya Candi Singasari merupakan Candi yang tertinggi dibandingkan dengan candi lain di sekitarnya. kini di kawasan Singasari hanya candi Singasari yang masih tersisa, sedangkan candi lainnya telah lenyap tanpa bekas. Para ahli purbakala memperkirakan candi ini dibangun sekitar tahun 1300 M, namun kapan tepatnya Candi Singasari didirikan masih menjadi misteri. terdapat dua Candi di Jawa Timur yang dibangun sebagai persembahan untuk menghormati Raja Kertanegara dari Singasari, yaitu Candi Jawi dan Candi Singasari. Sebagaimana halnya Candi Jawi, Candi Singasari juga merupakan candi Syiwa, terlihat dari adanya beberapa arca Syiwa di halaman Candi.

Candi Singosari berdiri di atas batur kaki setinggi sekitar 1,5 m, tidak terdapat hiasan atau relief pada kaki candi. Tangga naik menuju selasar tidak diapit oleh pipi tangga dengan hiasan makara seperti yang terdapat pada candi-candi lain. Pintu masuk ke ruangan di tengah tubuh candi menghadap ke selatan, terletak pada sisi depan bilik penampil (bilik kecil yang menjorok ke depan). Pintu masuk ini terlihat sederhana tanpa bingkai yang berhiaskan pahatan. Di atas ambang pintu terdapat pahatan kepala Kala yang juga sangat sederhana pahatannya. Adanya beberapa pahatan dan relief yang sangat sederhana menguatkan dugaan bahwa pembangunan Candi Singasari belum sepenuhnya terselesaikan.

4. Gua Liang Kabori (Kabupaten Muna)

Siapa yang menyangka bahwa Gua terkaya di dunia berada di Desa Liang Kabori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Dalam bahasa Muna, Liang berarti gua dan Kabori berarti tulis, sehingga Liang Kabori dapat diartikan gua bertulis atau bergambar dan memiliki keindahan yang luar biasa. Beberapa profesor ahli gua dari Internasional mengatakan bahwa mereka sangat tercengang akan keindahan Liang Kabori ini dan menyatakan bahwa Liang Kabori ini termasuk gua terkaya di seluruh dunia, dikarenakan terdapat ratusan gambar yang menjadi ornamen di Liang Kabori ini, sementara gua-gua yang sering mereka temukan di seluruh dunia biasanya tunggal. Seperti hanya bekas telapak tangan atau jejak kaki. Berbeda dengan gua-gua lainnya, Liang Kabori memiliki anega ragam gambar yang ada di dinding gua. Ada gambar layang-layang, gambar kuda, gambar matahari, gambar orang berburu, gambar perahu dan lain sebagainya. Dari gambar-gambar yang tertera di dinding dapat dipelajari bahwa ada sebuah peradaban manusia purba.

Selain itu Liang Kabori memiliki keindahan stalaktit dan stalakmit, terdapat mata air yang menetes dari dinding gua. wisatawan dapat merasakan kesejukan dan ketenangan saat berkunjung di sini. Selain menjadi tempat wisata, Liang Kabori dapat menjadi sumber keilmuan yang dapat memberikan pelajaran bagi para akademisi terutama mereka yang mempelajari sejarah.

5. Istana Kuning (Kabupaten Kotawaringin Barat)

Mengapa dinamakan Istana Kuning? Warna kuning adalah warna keramat bagi masyarakat Kotawaringin. Istana ini didirikan oleh pangeran ke-9 dari Kerajaan Kutaringin, yaitu Sultan Imanudin yang berkuasa pada 1811-1841 Masehi. Dalam pikiran kita bahwa sebutan dari Istana Kuning maka warna Istananya akan berwarna kuning semua, namun tidak demikan dengan Istana Kuning , warna kuning keemasan hanya terdapat pada tulisan dan sebagian dari ornamen yang ada di dalamnya.

Bangunannya berupa rumah panggung yang megah meskipun terbuat dari kayu ulin yang terkenal kuat dan banyak dipakai pada bangunan-bangunan tradisional di Kalimantan Tengah, warna kayunya yang kecokletan dibiarkan alami tanpa dicat dan lokasinya berada tepat di jantung kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Istana ini merupakan kebanggaan sejarah dan budaya kerajaan Islam di Kalimantan Tengah.

6. Kawasan Kota Tua (Jakarta Utara)

Kota Tua merupakan kawasan yang dibangun oleh kolonial Belanda yang berfungsi sebagai pusat perdagangan di Asia. Kota Jakarta yang saat itu dikenal dengan nama Batavia menjadi kawasan pusat perdagangan dari maupun keluar negeri melalui jalur pelayaran. Pada tahun 1526, Fatahillah yang dikirim oleh Kesultanan Demak menyerang pelabuhan Sunda Kelapa di Kerajaan Pajajaran yang kemudian diberi nama Jayakarta. Pada tahun 1972 Ali Sadikin yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jakarta mengeluarkan dekrit resmi yang menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan dan Keputusan ini bertujuan untuk melindungi sejarah, arsitektur dan bangunan yang masih tersisa.

Ada banyak destinasi menarik yang dapat ditemui di kawasan wisata Kota Tua Jakarta yang sangat sarat akan sejarah antara lain adalah Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah dan masih banyak lagi yang dapat dikunjungi disekitar kawasan Kota Tua ini.

7. Patung Mejan (Kabupaten Pakpak Bharat)

Mejan merupakan sebutan untuk patung-patung yang diukir oleh suku Pakpak sejak lama. Mejan merupakan situs batu/menhir yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun, bahkan ribuan tahun. Mejan juga sebagai salah satu bukti bahwa telah adanya peradaban suku pakpak di Tanah Simsim sejak jaman batu dan merupakan salah satu cagar budaya yang ada pada suku Pakpak. Mejan merupakan patung batu berbentuk Gajah yang ditunggangi oleh Manusia

Saat ini Mejan hanya tinggal tersisa beberapa saja yang masih dapat dilihat di Kabupaten Pakpak Bharat. Bagi suku Pakpak, Mejan merupakan suatu simbol kebanggaan dan kemasyuran karena diyakini patung-patung tersebut mengandung unsur mistik tersendiri yang diyakini memiliki kekuatan gaib yang telah ditanamkan oleh pembuatnya. Pada jaman dahulu juga diyakini bahwa Mejan dapat bergerak dan berjalan sesuai perintah dari yang empunya.

8. Pugung Raharjo (Kabupaten Lampung Timur)

Salah satu lokasi tempat tersimpannya situs purbakala jaman megalitik di Lampung adalah di Taman Purbakala Pugung Raharjo yang secara administratif berlokasi di Desa Pugung Raharjo, kabupaten Lampung Timur. Situs ini ditemukan pada tahun 1957 oleh penduduk setempat yang terdiri dari warga transmigran sewaktu melakukan penebangan hutan. Salah satu dari temuan awal tersebut adalah sebuah arca yang dikenal sebagai arca yang bercirikan masa klasik dan berlanggam Budhis.

Di Taman Purbakala Pugung Raharjo terdapat punden berundak yang bentuknya seperti piramida di Mesir, bukan hanya satu namun terdapat 13 piramida yang berukuran mini. Para peneliti pun menilai, Situs Pugung Raharjo sangat unik dikarenakan peninggalan-peninggalan zaman megalitik (dari tahun 2500 SM), klasik (Hindu-Buddha) sampai dengan Islam terdapat lengkap disini. Selain itu juga terdapat arca batu, prasasti batu berlubang, menhir, arca type Polynesia, dan juga kolam megalitik yang dipercaya airnya bisa membuat awet muda. Artefak yang ditemukan di situs ini antara lain keramik asing dari berbagai dinasti, keramik lokal, manik-manik, dolmen, menhir, pisau, mata tombak, batu berlubang, batu asahan, batu pipisan, kapak batu, batu trap punden, gelang perunggu, dan batu bergores.

9. Rumah Bung Karno (Kota Bengkulu)

Sejarah mencatat bahwa salah satu tempat pengasingan Soekarno (bung Karno) berada di Kota Bengkulu. Dalam pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno ditempatkan pada sebuah rumah yang awalnya sebagai tempat tinggal orang Cina yang bernama Tan Eng Cian, seorang pengusaha yang menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan pemerintahan kolonial Belanda. Bung Karno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga tahun 1942 dan Rumah ini berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Malborough

Rumah ini dibangun pada awal abad ke-20 berbentuk empat persegi panjang. Rumah dengan halaman yang cukup luas ini memiliki atap berbentuk limas. Luas bangunan rumah ini adalah 162 m2, dengan ukuran 9 x 18 m. Dulu luas lahan keseluruhan areal rumah ini mencapai 4 hektar. Selain rumah utama, terdapat beberapa bangunan lain yang kemudian oleh Pemerintah Propinsi Bengkulu lahan yang ada dibagi-bagi untuk rumah penduduk dan sebagian untuk gedung instansi pemerintah daerah setempat. Di dalam rumah pengasingan ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut merupakan saksi bisu yang menemani sang Proklamator saat menyusun strategi-strategi perjuangan selama berada di pengasingan. Meskipun rumah ini tidak terbilang besar, namun pembagian ruang dan penataan benda-benda berharga tersebut cukup rapi dan teratur.

10. Rumah Gadang Panjang (Kabupaten Solok Selatan)

 

Rumah Gadang adalah salah satu peninggalan kebudayaan masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang sangat bersejarah, serta memiliki nilai-nilai tradisi yang luar biasa. Di Kabupaten ini terdapat banyak sekali rumah-rumah gadang yang berdiri dengan kokoh dan oleh masyarakat sekitar memberikan julukan sebagai Nagari Seribu Rumah Gadang.

Disini juga terdapat bangunan rumah gadang yang di klaim terpanjang di kota Minangkabau dengan nama Rumah Gadang 21 Ruang Abai. Diperkirakan Rumah Gadang 21 Ruang Abai dibangun selama 3 tahun yang dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat sekitar. Arsitektur bangunan yang cukup unik dan tradisional dengan dibentuk sekitar 15 gonjong yang dapat ditemukan pada bagian dalam ruangan dan dekat dengan gerbang masuk rumah. Panjang Rumah Gadang ini sekitar 95 meter dengan ruang utama yang berada di tengah dan beberapa ruang kamar tidur di dekatnya. Rumah Gadang Panjang merupakan salah satu objek wisata budaya yang dimiliki oleh Solok Selatan, selain kawasan seribu rumah gadang.