Pulau Semau dan Pantai-pantai Rahasia

Pulau Semau tersusun atas pasir putih, gugusan karang, dan jiwa petualang. Sejak awal menyeberangi selat Semau dari pelabuhan Tenau di pulau Timor, kami dari tim ayojalanjalan.com sudah merasakan adrenalin bergejolak. Konvoi motor yang kami jalani sejak dari hotel di kota Kupang sudah menandakan hal itu.

Kapal kayu yang kami naiki berkapasitas 20 orang dan 10 motor. Laut tenang, langit biru, dan wajah-wajah antusias dari peserta trip membuat saya yakin perjalanan ini akan menyenangkan. Siapa sangka ada tempat wisata di Kupang—ibukota NTT—yang masih alami dan kabarnya cocok untuk petualangan. Saatnya kami membuktikan.

30 menit menyeberangi selat, tibalah kami di pulau Semau. Mari menjelajah!

Pelabuhan Tenau Kupang
Pelabuhan Tenau, Kupang

 

Kesan Pertama Pulau Semau

Pulau Semau terletak berdekatan dengan kota Kupang, dan termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Kupang. Sebagai salah satu tempat wisata di Kupang, pulau Semau ini malah belum banyak menarik perhatian wisatawan, bahkan banyak penduduk kota Kupang yang belum pernah mengunjungi pulau tersebut.

Nama asli pulau ini ialah Nusa Bungtilu yang berarti Pulau Bunga Tiga Warna. Bunga yang dimaksud adalah bahan kapas yang biasa dipakai untuk menenun kain adat, dan memiliki ciri khas unsur tiga warna, yaitu hitam, putih, dan merah. Nusa Bungtilu juga disebut sebagai cikal bakal tenun adat dari beberapa suku di NTT seperti suku Helong (penduduk asli dengan dominan warna tenun putih diantara merah), suku Timor (dominan warna merah), dan suku Rote (dominan warna hitam).

Kesan pertama saya akan pulau Semau: cantik dan liar. Pantai-pantai biru toska, bunga-bunga flamboyan merah api, dan gugusan karang serta tunggul-tunggul pohon cokelat kehitaman mendominasi pandang mata. Jalan aspal yang kami lalui kebanyakan sudah aus, beberapa terganti batu kerikil dan debu tebal.

Sebaiknya memang membawa bekal dan perlengkapan sendiri karena belum adanya sarana/prasarana wisata di beberapa spot yang kami datangi. Beberapa kali kami menemui 1-2 warung di perkampungan, tapi sebaiknya jangan terlalu mengandalkan hal tsb karena belum tentu mereka menyediakan yang kita perlukan. Satu hal yang saya paling suka ketika melintasi perkampungan: banyak anak babi lucu berkeliaran, hahaha!

 

Pantai Otan & Pantai Oenian

Spot pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Otan di pesisir utara. Pantainya demikian tenang dengan pantulan air berwarna biru turquoise. Pantai ini paling cocok untuk kita berenang-renang menikmati kesegaran airnya.

Dari kejauhan tampak beberapa nelayan tengah memanen rumput laut. Ada yang sudah pernah coba cicip rumput laut segar? Berwarna hijau tua, bertekstur kenyal renyah tanpa rasa (sebenarnya sedikit asin karena terpapar air laut).

Pantai Otan Pulau Semau
Pantai Otan, Pulau Semau

Dari Pantai Otan kami berpindah ke pantai lain bernama Oenian, yang jaraknya ternyata bukan main-main. Perjalanan menempuh rute berdebu. Pepohonan mulai menyingkir, menampakkan ruang luas berupa padang tandus berkarang, tak ubahnya tanah gersang Afrika. Jangan tanya panasnya seperti apa.

Butuh 1,5 jam berkendara dari Otan ke Oenian, di bawah terik matahari tengah hari bolong. Pantai Oenian punya lanskap berkarang dengan ombak besar, menjadikannya lebih menantang untuk direnangi. Walau garis pantainya tidak sampai 4 km, namun pesona pantai ini begitu memukau, ditambah formasi karang-karang berlubang sepanjang tepi pantai dimana beberapa di antaranya membentuk kolam. Anda bisa masuk ke dalamnya seakan berada di bathtub pribadi tepi pantai.

 

Bukit Liman

Puncak penjelajahan Pulau Semau ialah Pantai Liman yang merupakan pantai terpanjang di pulau ini, pantai dengan hamparan pasir putih halus. Keindahan pantai tampak jelas dari ketinggian Bukit Liman. Bukit ini punya kemiringan hingga 30 derajat, dan ketinggian mencapai sekitar 160 meter. Perlu stamina untuk mendaki bukit Liman, atau kemahiran berkendara roda dua karena trek berpasir yang licin dan curam belum ada pembatas. Namun pemandangan dari puncak bukit Liman memang memukau dan layak diperjuangkan, apalagi pada saat sunset.

Bukit Liman Pulau Semau
Bukit Liman, Pulau semau
Sunset di Bukit Liman Pulau Semau
Sunset di Bukit Liman, Pulau Semau

Tepat di tengah cakrawala tampak pulau Taboi yang misterius, karena yang tampak hanya bidang datar kehitaman. Kami meninggalkan bukit Liman seiring cahaya matahari terakhir yang mulai pudar.

 

Pantai Onanbalu dan Lainnya

Keterbatasan waktu membuat kami tak sempat menjelajahi pantai-pantai lain di pulau Semau seperti pantai Uihmake, pantai Uitiuhtuan, dan pantai Onanbalu. Sisi keindahan lain di Pantai Onanbalu adalah pepohonan perdu yang tumbuh keluar dari sela-sela karang, dengan rantingnya yang melebar seakan memayungi siapa yang singgah. Dan pastinya semua pantai-pantai ini masih sepi tanpa pengunjung. Inilah rahasia pulau Semau yang belum banyak orang tahu.

Pantai Onanbalu yang sepi pengunjung
Pantai Onanbalu yang sepi pengunjung

Pantai Onanbalu Pulau Semau

 

Tampaknya waktu sehari takkan cukup untuk menjelajah pulau Semau. Pencinta petualangan tentu akan kerasan menghabiskan waktu di salah satu alternatif tempat wisata di Kupang ini.

 

Cara ke Pulau Semau

  • Ambil penerbangan dari Jakarta/Surabaya/Denpasar/Makassar ke Kupang, NTT. Biasanya penerbangan Anda akan tiba di Kupang di atas pukul 10:00 WITA sehingga sebaiknya bermalam terlebih dahulu di ibukota NTT ini.
  • Perjalanan dari pusat kota Kupang menuju pelabuhan Tenau memakan waktu sekitar 30-45 menit menggunakan kendaraan bermotor.
  • Dari pelabuhan Tenau menggunakan kapal kayu menuju Pulau Semau dengan waktu tempuh 30-45 menit saja (kapal biasanya tersedia sejak pukul 05:00 hingga 19:30 WITA).
  • Biaya tiket penyeberangan ke pulau Semau adalah Rp 25.000–Rp 30.000 per orang, dan jika membawa kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp 55.000–Rp 60.000 per motor. Sedangkan untuk sewa kendaraan di Pulau Semau tergantung negosiasi Anda dengan penduduk setempat.

 

Tips Wisata di Pulau Semau

  • How to go around:
    Sebaiknya menyewa kendaraan roda dua sejak dari Kupang/saat tiba di Pulau Semau karena di pulau ini belum ada sarana angkutan umum. Jangan lupa isi BBM full tank, ya.
  • What to bring:
    Uang cash karena belum terdapat fasilitas Bank serta mesin ATM, 1-2 kantung untuk sampah Anda.
  • What to wear:
    Pakaian tipis yang mudah kering/menyerap keringat, topi/payung, kacamata hitam, tabir surya (sunblock), handuk dan pakaian ganti (terutama jika ingin berenang-renang di pantai)
  • What to eat:
    Bawa bekal makan dan minum dari Kupang, snack penambah energi.
  • Where to stay:
    Biasanya wisatawan melakukan kunjungan one-day-trip di pulau Semau (pergi pagi pulang sore) karena belum terdapat fasilitas penginapan, namun jika hendak bermalam Anda juga dapat menginap di rumah penduduk (tentunya atas seizin kepala desa setempat)