Petualangan Seru di Hutan Sagu

Buat anda yang memiliki jiwa petualang, sekaligus tertarik melihat kehidupan masyarakat lokal yang sebenar-benarnya, tak ada salahnya menjadikan jelajah hutan sagu sebagai agenda saat berkunjung ke Jayapura – Papua.

Mari melangkahkan kaki ke hutan sagu yang banyak tersebar di berbagai distrik Kabupaten Jayapura, untuk melihat bagaimana masyarakat melakukan Tokok Sagu, Salah satu yang wajib menjadi destinasi Anda untuk jelajah hutan sagu, adalah Kampung Yomoro-Aryauw di Kabupaten Jayapura, sepanjang perjalanan menuju hutan sagu, kita dimanjakan keindahan alam hutan sagu khas hutan Papua. 

Mula-mula, pohon sagu yang sudah ditandai sebelum ditebang, menandai pohon sagu yang sudah cukup umur dengan pelepah pinang lalu dikuliti, setelah itu ditokok menggunakan alat semacam pangkur, untuk digerus bagian dalam batang pohonnya, selanjutnya bulir sagu yang sudah ditokok, dibawa ke tempat peramas sagu, air bersih disiramkan ke bulir sagu, kemudian diramas atau diremas hingga terpisah antara air dengan bulir halus sagu menggunakan alat penapis bernama Khanggali, bulir halus yang mengendap inilah, yang kemudian menjadi tepung sagu, tepung sagu yang sudah jadi biasanya menjadi bahan untuk diolah menjadi papeda.

Aktivitas Tokok Sagu ini, menjadi wujud kerjasama antara kaum lelaki dan perempuan Papua. Tokok Sagu dilakukan kaum pria, sedangkan peramas sagu dilakukan para Mace (Mama). 

Info & Tips :1 pohon sagu bisa menghasilkan 12-15 karung volume 20 kilogram, harga per karung umum dijual seharga 250 ribu hingga 300 ribu rupiah. Untuk mendapatkan sagu, sebagian masyarakat di Papua umumnya mencari langsung pohon-pohon sagu di hutan sekeliling pemukiman mereka, sebagian mereka konsumsi untuk kebutuhan keluarga, sebagian mereka perdagangkan di pasar-pasar tradisional.