Menguak Pesona Sumbawa dalam Balutan Sejarah

Fokus mata dunia selama ini dalam hal pariwisata tidak lepas tertuju pada area Bali-Nusa Tenggara (dikenal pula dengan sebutan Sunda Kecil). Sunda Kecil merupakan gugus pulau di sebelah timur pulau Jawa, yang terdiri dari provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini mari jalan-jalan menjelajah pariwisata di pulau Sumbawa, tepatnya di sebelah timur Pulau Lombok, NTB. Pulau Sumbawa memiliki titik tertinggi sampai dengan 2.824 mdpl yaitu Gunung Tambora yang juga merupakan gunung api aktif. Keunikan yang dimiliki Sumbawa yaitu pulau Bungin yang merupakan pulau terpadat di dunia karena luas wilayah ini tidak sampai 8 hektar dan ditempati sekitar 3.000 jiwa. Menarik bukan?

Setiba di kota Sumbawa Besar, tujuan pertama kami adalah mengunjungi obyek-obyek sejarah peninggalan Kerajaan Sumbawa. Kami memulai dari titik nol (0 KM) pulau Sumbawa yang letaknya berada di tengah kota.

pesona sumbawa

Istana Tua Dalam Loka, Rumah Panggung Terbesar di Dunia

Terletak di pusat kota Sumbawa Besar, Istana Tua Dalam Loka telah berdiri sejak tahun 1885 pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III, merupakan istana kerajaan yang terbuat dari kayu jati lokal dan tercatat sebagai rumah panggung terbesar di dunia. Bangunan istana ini sarat akan pesan filosofis ‘adat barenti ko syara’, syara’ barenti ko kitabullah’. Artinya adalah bahwa semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan harus bersemangatkan syariat Islam. Hal ini dicontohkan dengan jumlah tiang atau pilar-pilar penyangga yang berjumlah 99 tiang.

pesona sumbawapesona sumbawa

Bala Kuning atau Rumah Kuning

Bala Kuning merupakan rumah tempat tinggal keluarga Sultan Sumbawa (saat ini menjadi tempat tinggal keturunan Sultan Muhammad Kaharuddin atau Sultan Sumbawa). Sesuai dengan namanya, Bala Kuning yang dibangun sekitar tahun 1784 ini memiliki ornamen warna kuning. Di dalamnya terdapat berbagai benda pusaka Kesultanan Sumbawa seperti mahkota, bodong, sarpedang, payung kamutar, tear (tombak/lembing), keris, pakaian kebesaran sultan, dan aneka macam pusaka lainnya. Di Bala Kuning juga terdapat Al Quran berukuran besar tulisan tangan Muhammad Ibnu Abdullah Al Jawi yang dibuat pada sekitar tahun 1784. Bala Kuning berlokasi di Jl Dr Wahidin, Sumbawa Besar.

pesona sumbawa

Bangunan Peninggalan Belanda

Tidak jauh dari Lokasi Bala Kuning, terdapat rumah peninggalan Belanda tahun 1932 dimana terdapat tulisan Sultane van Soembawa. Bangunan ini menandakan bahwa saat penjajahan Belanda, Sumbawa Besar dijadikan markas dan kediaman tentara Belanda. Bangunan megah dan unik tsb kini dijadikan kantor pemerintahan dan rencananya akan dijadikan Kantor Bupati Sumbawa.

pesona sumbawa

Situs Ai Renung

Ternyata Pulau Sumbawa telah didiami oleh manusia jauh sebelum sejarah Kerajaan Sumbawa. Pada tahun 1971 ditemukan situs peninggalan purbakala oleh Balai Arkeologi Denpasar berupa sejumlah sarkofagus atau kuburan batu manusia purba zaman Megalitikum. Hal tersebut menandakan bahwa peradaban pulau Sumbawa telah dimulai pada zaman batu sekitar 400–500 SM. Jika tertarik ingin melihat langsung situs Ai Renung, perlu stamina lebih untuk mencapainya karena lokasi yang menanjak dan akses jalan yang belum tertata dengan baik.

pesona sumbawa

How to Get there

Gunakan penerbangan dari Lombok atau Bali menuju pulau Sumbawa (tujuan Sumbawa Besar atau Bima). Sedangkan bagi penyuka petualangan lebih seru menggunakan penyeberangan laut dari pelabuhan Kayangan menuju Pototano. Anda juga dapat langsung membawa kendaraan sendiri dari Lombok.