Objek Wisata Unik Terpopuler 2018

1. Alif Stone Park (Kabupaten Natuna)

Selain menyuguhkan tempat wisata pantai, Alif Stone Park juga menyuguhkan pemandangan hamparan batu besar yang tersebar sepanjang pesisir pantai. Pemandangan pantai yang eksotis berpadu dengan batu-batu granit di pesisir pantai, air laut yang jernih, kekayaan biota serta berbagai hal unik yang terdapat di Alif Stone Park mampu membuat siapa saja ingin kembali lagi setelah mengunjungi tempat ini.

2. Batur Natural Hotspring (Kabupaten Bangli)

Batur Natural Hot Spring merupakan salah satu wisata anti mainstream di Bali. Terdapat kolam renang air panas yang letaknya tepat bersebelahan dengan Danau Batur, dan berhadapan dengan Gunung Abang, menyajikan panorama alam yang menawan.

3. Black River Sungai Koran (Kabupaten Katingan)

Sungai Koran adalah lokasi ekowisata yang memiliki air dengan kandungan tannin yang tinggi, sehingga berwarna hitam dan tampak sangat misterius. Tak terlihat apa pun di bawah permukaan sungai tersebut. Kandungan tannin dalam sungai ini dihasilkan oleh gambut yang berada di bagian bawah sungai.

4. Gua Loba-Loba (Kabupaten Buton Tengah)

Gua Loba-Loba termasuk unik karena berada di bawah permukaan laut. Gua ini terletak di Desa Waara, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jarak dari Labungkari ibu kota Kabupaten sekitar 16 km. Di sekeliling permukaan gua, banyak terdapat karang-karang indah yang memanjakan mata. Tak ketinggalan biota-biota laut yang cukup unik dan langka menghuni terumbu karang sehingga menambah keindahan dari Gua Loba-loba.

5. Jembatan Akar (Kabupaten Pesisir Selatan)

Jembatan Akar yang telah berusia ratusan tahun sampai sekarang masih berdiri kokoh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Jembatan ini terbentuk dari akar dua pohon yang bentuknya menyatu, membentang 25 meter dan digunakan menjadi jembatan untuk menyebrang sungai. Jembatan Akar diperkirakan telah berumur sekitar 100 tahun. Jembatan ini dibangun dengan merangkai akar dari dua jenis pohon yang masing-masing tumbuh di kedua belah sisi sungai. Jenis pohon tersebut adalah pohon kubang (ficus sp) yang banyak tumbuh di sekitar sungai di mana tempat jembatan akar tersebut dibangun.

6. Kaze Bezu Tana Olen (Kabupaten Malinau)

Wisata “Tana Olen” yang artinya Hutan Lindung, memiliki panorama yang indah dan asri, dikelilingi hutan dan sungai. Sungai yang sangat jernih memungkinkan untuk melihat ikan dengan mata telanjang yang begitu banyak, burung, serta hewan-hewan primata lain penghuni hutan Tana Olen. Tana Olen juga memiliki Suatu kebanggan tersendiri yaitu pohon besar yang mempunyai diameter ± 10m. Pohon tersebut termasuk pohon terbesar ke 5 didunia versi WWF. Pohon besar itu diberi nama “KAZE BEZU” yang artinya kayu besar. Kaze Bezu selalu dikunjungi oleh wisatawan asing dan lokal karena keindahan alamnya dan besarnya pohon tersebut membuat suasana asri.

7. Meti Kei (Kabupaten Maluku Tenggara)

Meti Kei adalah fenomena pasang surut air laut yang dapat mencapai lima sampai enam kilometer. Dari yang sebelumnya harus menggunakan perahu ke pulau lain, saat fenomena ini datang, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Meti Kei selalu jatuh pada tanggal 22 dan 23 Oktober setiap tahunnya.

8. Musamus (Kabupaten Merauke)

Mahakarya alam Merauke ini adalah sarang dari hewan sejenis rayap Macrotermes sp. Musamus berukuran sangat besar. Tingginya bisa mencapai 5 meter dengan diameter lebih dari 2 meter, dan ukurannya bervariasi. Musamus terbentuk dari bahan dasar rumput kering, tanah, dan air liur rayap pembuatnya. Rayap-rayap tersebut membangun istana mereka dengan sangat kokoh dan kuat, bahkan mampu menahan berat manusia dewasa saat memanjatnya. Di Indonesia, Musamus hanya dapat ditemui di Merauke, bahkan terdapat sebuah padang savanna yang berisi ratusan Musamus di atasnya. Karena kepopuleran Musamus inilah, maka produk alam ini menjadi salah satu gambar di dalam lambang kota kabupaten Merauke.

9. Pantai Bakaro (Kabupaten Manokwari)

Pantai Bakaro memiliki pasir putih, air bening berwarna biru dan hijau. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seperti memancing, berenang dan menikmati panorama alam pantai yang indah.

Pantai Bakaro awalnya tidak berpenghuni sampai pada akhirnya masyarakat setempat membuka lahan semak-semak dan menemukan pantai ini. Pantai Bakaro memiliki tradisi pemanggilan ikan. Biasanya mereka memanggil ikan dengan menggunakan peluit yang terbuat dari kulit kerang yang ditiup sambil memberi makanan berupa sarang semut, sehingga dengan sendirinya ikan datang mendekat.

10. Taman Nasional Sembilang (Kabupaten Banyuasin)

Taman Nasional Sembilang memiliki panorama alam yang indah dan sejuk. Taman Nasional ini bisa dijadikan referensi alternatif bila ingin menikmati wisata alam liar yang sangat eksotis. Menempati kawasan hutan basah seluas 202.896,31 hektar, sejumlah hewan langka menempati habitatnya.