Menelusuri Situs Sejarah Terpopuler Tahun ini

Rumah Gadang Panjang – Kab. Solok Selatan ; Rumah Gadang adalah salah satu peninggalan kebudayaan masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang sangat bersejarah, serta memiliki nilai-nilai tradisi yang luar biasa. Di Kabupaten ini terdapat banyak sekali rumah-rumah gadang yang berdiri dengan kokoh dan oleh masyarakat sekitar memberikan julukan sebagai Nagari Seribu Rumah Gadang. 

Disini juga terdapat  bangunan rumah gadang yang di klaim terpanjang di kota Minangkabau dengan nama Rumah Gadang 21 Ruang Abai. Diperkirakan Rumah Gadang 21 Ruang Abai dibangun selama 3 tahun yang dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat sekitar. Arsitektur bangunan yang cukup unik dan tradisional dengan dibentuk sekitar 15 gonjong yang dapat ditemukan pada bagian dalam ruangan dan dekat dengan gerbang masuk rumah. Panjang Rumah Gadang ini sekitar 95 meter dengan ruang utama yang berada di tengah dan beberapa ruang kamar tidur di dekatnya. Rumah Gadang Panjang merupakan salah satu objek wisata budaya yang dimiliki oleh Solok Selatan, selain kawasan seribu rumah gadang.

Patung Mejan – Kab. Pakpak Bharat ; Mejan merupakan sebutan untuk patung-patung yang diukir oleh suku Pakpak sejak lama. Mejan merupakan situs batu/menhir yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun, bahkan ribuan tahun. Mejan juga sebagai salah satu bukti bahwa telah adanya peradaban suku pakpak di Tanah Simsim sejak jaman batu dan merupakan salah satu cagar budaya yang ada pada suku Pakpak. Mejan merupakan patung batu berbentuk Gajah yang ditunggangi oleh Manusia. 

Saat ini Mejan hanya tinggal tersisa beberapa saja yang masih dapat dilihat di Kabupaten Pakpak Bharat. Bagi suku Pakpak, Mejan merupakan suatu simbol kebanggaan dan kemasyuran karena diyakini patung-patung tersebut mengandung unsur mistik tersendiri yang diyakini memiliki kekuatan gaib yang telah ditanamkan oleh pembuatnya. Pada jaman dahulu juga diyakini bahwa Mejan dapat bergerak dan berjalan sesuai perintah dari yang empunya.

Gua Liangkabori – Kab. Muna ; Siapa yang menyangka bahwa Gua terkaya di dunia berada di Desa Liang Kabori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Dalam bahasa Muna, Liang berarti gua dan Kabori berarti tulis, sehingga Liang Kabori dapat diartikan gua bertulis atau bergambar dan memiliki keindahan yang luar biasa. Beberapa profesor ahli gua dari Internasional mengatakan bahwa mereka sangat tercengang akan keindahan Liang Kabori ini dan menyatakan bahwa Liang Kabori ini termasuk gua terkaya di seluruh dunia, dikarenakan terdapat ratusan gambar yang menjadi ornamen di Liang Kabori ini, sementara gua-gua yang sering mereka temukan di seluruh dunia biasanya tunggal. Seperti hanya bekas telapak tangan atau jejak kaki. Berbeda dengan gua-gua lainnya, Liang Kabori memiliki anega ragam gambar yang ada di dinding gua. Ada gambar layang-layang, gambar kuda, gambar matahari, gambar orang berburu, gambar perahu dan lain sebagainya. Dari gambar-gambar yang tertera di dinding dapat dipelajari bahwa ada sebuah peradaban manusia purba.

LiangKabori instagram by vickythewicked

Selain itu Liang Kabori memiliki keindahan stalaktit dan stalakmit, terdapat mata air yang menetes dari dinding gua. wisatawan dapat merasakan kesejukan dan ketenangan saat berkunjung di sini. Selain menjadi tempat wisata, Liang Kabori dapat menjadi sumber keilmuan yang dapat memberikan pelajaran bagi para akademisi terutama mereka yang mempelajari sejarah.

Rumah Bung Karno – Kota Bengkulu ; Sejarah mencatat bahwa salah satu tempat pengasingan Soekarno (bung Karno) berada di Kota Bengkulu. Dalam pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno ditempatkan pada sebuah rumah yang awalnya sebagai tempat tinggal orang Cina yang bernama Tan Eng Cian, seorang pengusaha yang menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan pemerintahan kolonial Belanda. Bung Karno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga tahun 1942 dan Rumah ini berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Malborough.

Rumah ini dibangun pada awal abad ke-20 berbentuk empat persegi panjang. Rumah dengan halaman yang cukup luas ini memiliki atap berbentuk limas. Luas bangunan rumah ini adalah 162 m2, dengan ukuran 9 x 18 m. Dulu luas lahan keseluruhan areal rumah ini mencapai 4 hektar. Selain rumah utama, terdapat beberapa bangunan lain yang kemudian oleh Pemerintah Propinsi Bengkulu lahan yang ada dibagi-bagi untuk rumah penduduk dan sebagian untuk gedung instansi pemerintah daerah setempat. Di dalam rumah pengasingan ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut merupakan saksi bisu yang menemani sang Proklamator saat menyusun strategi-strategi perjuangan selama berada di pengasingan. Meskipun rumah ini tidak terbilang besar, namun pembagian ruang dan penataan benda-benda berharga tersebut cukup rapi dan teratur.

Benteng Belgica – Kab. Maluku Tengah ; Benteng Belgica dibangun oleh Portugis yang kemudian direbut dan diduduki oleh Belanda pada abad ke 17. Lokasi benteng ini berada di atas perbukitan Tabaleku, sebelah barat daya Pulau Naira, Maluku Tengah dan terletak di ketinggian 30,01 mdpl. Benteng Belgica dibangun pada tahun 1611 di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Pieter Both ini memiliki suatu keunikan yaitu gaya bangunan persegi lima yang berada di atas bukit dan jika dilihat dari segala penjuru maka hanya akan nampak 4 buah sisi, akan tetapi jika dilihat dari udara akan nampak seperti bintang persegi atau mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat, sehingga dijuluki juga sebagai The Indonesian Pentagon. Benteng ini terdiri dari dua lapis bangunan, untuk memasukinya harus menggunakan tangga yang aslinya berupa tangga yang dapat diangkat (semacam tangga hidrolik). Benteng ini sebenarnya adalah salah satu benteng peninggalan Portugis yang awalnya berfungsi sebagai pusat pertahanan, namun pada masa penjajahan Belanda benteng Belgica dialih fungsikan sebagai pemantau lalu lintas kapal dagang.

Benteng Begica Instagram by anoo_13

Pada bagian tengah benteng terdapat ruang terbuka luas untuk para tahanan yang di tengah ruang terbuka tersebut terdapat dua buah sumur rahasia yang konon katanya dapat menghubungkan benteng dengan pelabuhan dan Benteng Nassau yang berada di tepi pantai. Pada setiap sisi benteng terdapat sebuah menara dan untuk menuju puncak menara tersedia tangga dengan posisi nyaris tegak dan lubang keluar yang sempit. Dari puncak menara ini wisatawan dapat menikmati panorama sebagian daerah Kepulauan Banda, mulai dari birunya perairan Teluk Banda, sunset, puncak Gunung Api yang menjulang, sampai rimbunnya pohon pala di Pulau Banda Besar. Berjalan-jalan di sekitar benteng ini sangat menyenangkan sambil membayangkan suasana masa kolonial tempo doeloe.