Mencicip Nasi Jaha Buluh Perindu dalam Bambu

Kota Bitung yang termasuk ke dalam wilayah Sulawesi Utara, tentu nuansa budaya dan kulinernya tidak akan jauh berbeda dengan kawasan Sulut lainnya khususnya Manado. Apa yang ada di Kota Bitung biasanya ada di Manado, begitupun sebaliknya.

Sementara bahan makanan berupa beras ataupun ketan merupakan makanan pokok serta bahan makanan jajanan yang umum di Indonesia, bahkan di berbagai daerah banyak ragam kuliner yang menggunakan kata nasi, sebut saja; nasi krawuk, nasi jenggo, nasi uduk, nasi lemang, dan lain-lain.

Seperti juga kuliner Nusantara, wilayah Sulawesi Utara juga memiliki masakan khas yang berbahan dasar beras yang dikenal dengan nama Nasi Jaha. Nasi Jaha ini terbuat dari perpaduan beras ketan dan beras biasa ditambah dengan beragam bumbu atau rempah-rempah, dimana cara pengolahannya tidak dimasak dalam tungku melainkan langsung dimasukkan ke dalam buluh bambu, lalu dilapisi dengan daun pisang, dan kemudian dibakar diatas bara api. Saat matang aromanya sungguh menggoda selera. Biasanya nasi Jaha ini disajikan dengan berbagai lauk pauk dan masakan khas lainnya.

nasi jahanasi jaha

Resep Nasi Jaha

Karena nasi Jaha ini agak sulit didapatkan di luar wilayah Sulawesi Utara, rasanya perlu pula kami bagikan informasi cara pengolahannya. Simak tips berikut ini:
– beras ketan dan beras biasa dikukus terlebih dahulu kira-kira 10 menit
– rebus santan bersama dengan bumbu halus, daun pandan, serai, dan daun jeruk, di lain tempat atau dengan panci/tungku yang lain, lalu aduk agar tercampur dan tunggu hingga mendidih
– tuangkan santan yang sudah mendidih kedalam campuran beras kukus diatas sambil diaduk, jika sudah kukuslah hingga matang
– siapkan daun pisang kemudian taruh adonan diatas daun pisang tersebut kemudian gulung sambil dipadatkan
– masukkan kedalam bambu yang sudah disiapkan, kemudian panggang diatas bara api
– jika sudah matang keluarkan dari bambu kemudian potong-potong sesuai selera dan siap dihidangkan

nasi jaha nasi jaha