Pusat karya seni kelas dunia ada di Majalengka loh, yang bahkan sudah dikenal sebagai kota genting.. Salah satu seni dan media yang ditonjolkan disini adalah proses pembuatan tembikar terutama genting tanah liat.

Jatiwangi Art Factory (JAF) yang terletak di Jatisura – Jatiwangi Majalengka ternyata telah berkiprah cukup lama dalam dunia seni, sehingga namanya cukup dikenal oleh seniman-seniman mancanegara, yang saat kami kunjungi beberapa seniman mancanegara (saat ini ada yang berasal dari Denmark dan Korea) untuk mengerjakan seni lukis di media genting.

 

View this post on Instagram

 

@JATIWANGIARTFACTORY Semangat pagi, nggak terasa khan udah early weekend lagi, berhubung aku baru saja balik dari Majalengka, jadi minggu ini aku santai aja dulu sebelum minggu depan bakal trip lagi ke kota Pahlawan yaitu Surabaya. Buat yang tinggal di Surabaya, kasih masukan donk, tempat makan yang harus aku kunjungi selama di sana, tempat kekinian apa ya yang happening? Btw, postingan sore ini berkenaan dengan @jatiwangiartfactory yang beberapa hari lalu juga sudah aku berikan penjelasan, apa sih sebenarnya Jatiwangi Art Factory ini, yang pastinya, JAF Production ini merupakan salah satu tempat dimana semua seniman baik dari dalam negeri maupun mancanegara, bisa datang kemari dan berbagi ilmu yang dimiliki. Area yang dimiliki oleh @jatiwangiartfactory cukup luas, salah satunya tempat aku mengambil gambar ini berada di lantai dua atau lebih tepat disebut mezzanine, berbagai karya seni bisa dilihat di sini dan semuanya sangat indah. Buat kalian pekerja seni, boleh lho main kemari dan untuk siapa saja, tempat ini juga terbuka. photo by: @richotraveling #kopertraveler #thehottest #traveler #traveling #travel #blogger #travelblogger #travelreview #travelwriter #lifestyle #lifestyleblogger #MajalengkaExoticSundaland #XplorMajalengka #ayokemajalengka #majalengka #jatiwangi #art #factory #jatiwangiartfactory #seniman #keramik #genteng #project #ayojalanjalan

A post shared by Sinyo (@kopertraveler.id) on

Selain itu, JAF memiliki banyak karya seni lainnya seperti pembuatan kain batik menggunakan media tanah sebagai pengganti lilin malam. Di sini juga terdapat bioskop yang memutar film-film on request dengan kapasitas 50 orang. Museum Kebudayaan Tanah dengan koleksi unggulnya berupa produk tembikar, bata tanpa proses pembakaran. Ada pula studio musik dengan gitar tanah yang berfungsi sebagaimana gitar umumnya dan terakhir studio tembikar lengkap dengan tungku pembakaran.

Lokasi ini cukup menarik bagi para pecinta seni. Namun untuk orang/turis awam sepertinya kurang menarik karena kurang tertata dengan baik, sehingga kesannya hanya seperti sanggar seni yang tertutup untuk umum. Hanya Museum Kebudayaan Tanah yang terlihat dikelola dengan baik.

Related Posts