Festival Pariwisata Terpopuler 2018

1. Dieng Culture Festival (Kabupaten Banjarnegara)

Dieng Culture Festival adalah sebuah acara tahunan dengan acara inti meruwat rambut gimbal anak Dieng , Sebuah tradisi warisan leluhur Dataran Tinggi Dieng yang sampai sekarang masih ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat dieng. Dieng Culture Festival menggabungkan konsep budaya dengan wahana wisata alam. Diselenggarakan pertama kali pada tahun 2010 atas kerjasama dari Equator Sinergi Indonesia, Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa dan Dieng Ecotourism.

Tujuan dari kelompok sadar wisata ini adalah untuk mengenalkan pentingnya sadar wisata dan juga sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata dieng serta melestarikan peninggalan budaya leluhur yang ada di sekitarnya.

2. Dragon Fest (Kota Yogyakarta)

Karnaval budaya yang menyuguhkan berbagai kesenian tiongkok ini diadakan di Kampung Ketandan Malioboro. Festival ini setiap tahunnya ditunggu masyarakat dan menjadi salah satu magnet tersendiri bagi wisatawan keluarga untuk mengajak anak-anaknya mengenal dan mengetahui sebuah pertunjukan yang tak hanya menyuguhkan kreasi tarian khasnya, melainkan juga pertunjukan atraksi yang membuat decak kagum.

3. Parade 1001 Kuda Sandelwood (Nusa Tenggara Timur)

Festival 1001 Kuda Sandelwood menampilkan parade ribuan ekor kuda jenis Sandelwood di bukit-bukit padang savanna yang dikembangbiakkan di empat kabupaten Sumba, yakni Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya. Dalam rangkaian festival ini, terdapat atraksi Pasola, yaitu atraksi dimana para penunggang kuda dari dua kelompok saling melempar tombak kayu. Jika ada salah satu penunggang kuda terluka, maka darahnya dipercaya akan memberi kesuburan panen.

4. Festival Barongsai (Kabupaten Karimun)

Festival Barongsai bertujuan untuk mempromosikan Karimun sekaligus melestarikan kesenian dari Tiongkok yang dengan perpaduan moderenisasi, bisa menjadi tontonanya yang menarik.

Berbagai jenis pertunjukan barongsai dengan kesenian yang berbeda-beda dalam aktraksi yang ditampilkan menjadi daya tarik bagi wisatawan luar negeri untuk berkunjung ke Kabupaten Karimun menyaksikan festval ini.

5. Festival Bau Nyale (Nusa Tenggara Barat)

Festival rakyat yang terkait erat dengan legenda Putri Mandalika ini merayakan momentum tahunan cacing laut Nyale, saat banyak orang berduyun-duyun ke laut untuk menangkap makhluk langka yang merupakan sebuah tradisi kuno di Nusa Tenggara Barat. Tradisi unik ini diadakan setiap tahun pada hari ke 20 bulan ke 10 dalam Kalender Sasak tradisional yang jatuh sekitar bulan Februari setiap tahunnya. Bau dalam bahasa Lombok berarti “menangkap” dan Nyale adalah sejenis cacing laut yang hanya ada sekitar diwaktu saat ini sepanjang tahun. Karena itulah Bau Nyale menjadi upacara meriah saat banyak orang menangkap Nyale di sejumlah pantai terbaik yang ada di Lombok.

Festival budaya ini disorot dengan berbagai kegiatan seperti Pawai Kecantikan Putri Mandalika, Seminar Budaya, Lomba Pacuan Kuda Tradisional, Lomba Lari Mandalika 10K, Bazar Produk dan Kuliner. Juga akan ada Parade Budaya, Pertunjukan Seni dan Budaya, Drama Kolosal Putri Mandalika serta Pertunjukan Musikal.

6. Festival Cian Cui (Kabupaten Kepulauan Meranti)

Cian Cui atau biasa dikenal dengan sebutan festival perang air merupakan tradisi perayaan tahun baru Cina di Kota Selat panjang, Riau. Festival yang dijadikan ajang pariwisata sejak 2013 ini membaurkan warga dari semua etnis di Kabupaten Meranti.

Festival yang berakar pada sejarah lokal puluhan tahun silam ini menjadi pesta rakyat yang dikembangkan menjadi momen pariwisata dan diharapkan dapat menyumbangkan peningkatan ekonomi daerah setempat.

7. Festival Karawo (Gorontalo)

Gorontalo tidak hanya dikenal memiliki keindahan alam yang mempesona, namun juga memiliki hasil budaya yang sangat indah, salah satunya kain karawo. Karawo merupakan kain sulam khas Gorontalo yang dibuat dari anyaman benang. Keunikan dari kain ini adalah kain ini hanya dapat diproses dengan menggunakan tangan manusia saja dan tak bisa dibuat dengan menggunakan tenaga mesin.

Festival Karawo merupakan kegiatan wisata tahunan Gorontalo yang digelar untuk mengangkat seni sulam Karawo, sulaman tradisional Gorontalo. Berbagai model busana diarak dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Selain menampilkan kostum karnaval hasil desainer Gorontalo yang dipadukan dengan Karawo, panitia juga mengundang peserta dari kabupaten kota seregional Sulawesi. Festival Karawo merupakan salah satu wadah untuk mempromosikan Kain Karawo asli Gorontalo.

8. Festival Legu GAM MKR (Kota Ternate)

Festival Legu GAM merupakan festival adat tahunan kesultanan Kota Ternate dalam rangka memperingati hari kelahiran mendiang Srisultan Mudaffar Sjah. Fetival budaya yang terselenggara dalam tepo waktu dua bulan ini diharapkan sebagai ajang promosi pariwisata, acara ini juga menjadi wadah apresiasi dan pelestarian seni budaya daerah.

9. Festival Way Kambas – Kab. Lampung Timur

Festival Way Kambas memiliki daya tarik utama tersendiri, yaitu atraksi gajah Sumatera, karena Taman Nasional di Lampung ini memang dikenal sebagai salah satu habitat sekaligus tempat konservasi gajah di Indonesia. Festival ini dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan seperti penampilan seni budaya daerah, olahraga dan petualangan serta tentunya atraksi gajah-gajah dari Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas.

Selain sebagai ajang promosi pariwisata acara ini juga menjadi wadah apresiasi dan pelestarian seni budaya daerah yang bertujuan untuk mengkampanyekan pelestarian Gajah Sumatera.

10. Jakarnaval (Jakarta Pusat)

Parade bernuansa budaya yang bertajuk Jakarnaval ini diadakan dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-488 DKI Jakarta yang jatuh pada 22 Juni.

Acara ini merupakan kegiatan unggulan yang selalu mendapatkan animo besar baik dari masyarakat maupun pelaku seni budaya dan komunitas khusus dan biasanya menampilkan parade kesenian kota Jakarta di lanjutkan dengan pawai kendaraan hias.