Eco Wisata Hijau di Kota Metropolitan Jakarta

Jika ada seseorang menyebut Kota Jakarta, otomatis di alam bawah sadar kita tergambar gedung-gedung yang berlomba lebih tinggi, himpitan kendaraan yang memenuhi jalan-jalan lebar, dan suara hiruk pikuk bunyi mesin yang menambah hiruk pikuk hari. Yah itulah ibukota yang telah berkembang pesat, bahkan kejar-mengejar dengan kota Tokyo dan kota New York dalam hal kesibukan dan kepadatan kota.

Menjadi sibuk dan padat, rupanya ada resiko yang dirasakan penghuni kota, yaitu pencemaran udara, penyebab utamanya dari polusi asap kendaraan bermotor. Upaya Pemerintah mengurai dan mengurangi pencemaran udara, salah satunya ialah dengan memperbanyak pembangunan taman-taman di sudut kota. Walau hanya sejengkal, namun mampu menjadi tempat hidup flora di tengah kota, pohon-pohon yang tumbuh rimbun bersamaan mekarnya kelopak bunga di taman, mengalirkan udara sejuk dan segar di sekitarnya. Tak heran jika waktu senggang warga Jakarta selalu memadati taman kota untuk bersantai maupun berolahraga ringan, sebut saja di taman Menteng, taman Suropati, taman Cattleya, taman Langsat, taman Prasasti, dan lain-lain.

Untuk itu perjalanan team Express Air kali ini ingin membawa pembaca berwisata sambil melepas rindu kepada alam dan bercengkarama kembali dengan alam di Jakarta. Tanpa Anda sadari pula bahwa banyak dari kita yang telah lupa bau dari rerumputan, tak sempat menyaksikan gemericik air di arus sungai, telah lama tak merasakan interaksi dengan satwa-satwa jinak, serta sentuhan kesejukan udara yang merasuk pelan ke dalam kulit.

eco wisata jakarta

Ocean EcoPark

Pagi hari itu sebahagian penduduk kota libur dan bergegas keluar rumah mencari kesejukan udara pagi. Begitu pula dengan kami, langsung tancap gas menuju Taman Impian Jaya Ancol untuk berekreasi dan mendapat kesegaran alami disana. Bukan hanya pantai serta pertunjukan satwa laut saja yang ada di sana, melainkan sarana rekreasi yang seru yaitu Ocean Ecopark.

Hanya butuh waktu 45 menit kami telah tiba di Ancol, karena jaraknya yang tidak terlampau jauh dari tempat kami tinggal serta kondisi jalan pagi hari tidaklah terlalu padat. Baru tiba di area parkir hembusan angin sejuk dari pohon-pohon sekitar sudah memanggil kami untuk segera memasuki area rekreasi.

ocean ecopark ocean ecopark

Wah! Kami disambut oleh hamparan rumput hijau, pohon-pohon rindang, dan gemericik air dari kejauhan. Suasana di dalam bukan saja sejuk dan bersih, tetapi juga indah menyegarkan penglihatan mata. Ocean Ecopark memiliki area yang sangat luas mencapai 34 hektar, dengan berbagai fasilitas seperti: outboundholic, rumah lebah, atraksi kano, rumah energi, pinball, learning farm, eco bike, dan fantasticque, menjadikan pengunjung dapat mengenal nilai-nilai edukasi dari alam serta berinteraksi dalam setiap jenis petualangan yang disediakan.

Setiap pengunjung yang berada di Ecopark serasa bagai di alam bebas. Apalagi keluarga yang membawa anak-anak, mereka berlarian di tengah keasrian alam, dan kegiatan memberi makan satwa-satwa di sekitar adalah atraksi yang paling diminati oleh anak-anak ini. Mereka bahkan terkadang berebutan untuk memberikan makanan, sedangkan bagi para orang tua sangat banyak yang meminati penyewaan sepeda dan menaiki fun boat cruiser.

Seharian berada di Ecopark rasanya belum puas, karena tidak sempat menikmati semua kegiatan petualangan yang tersedia, walaupun begitu banyak yang telah kami dapat disana seperti menghirup udara segar, memandang suasana yang hijau, berinteraksi dengan hewan-hewan, dan keceriaan bersama dengan keluarga tentunya.

ocean ecopark ocean ecopark

Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk

Hembusan angin sore itu membawa kami sampai ke daerah Pantai Indah Kapuk, sebuah kota mandiri modern yang tak jauh dari bandara Soekarno-Hatta. Lokasinya memang sedikit jauh dari pusat kota namun tetap membuat penasaran karena keberadaan Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk. Walaupun cuaca sedikit mendung sore itu, namun kami tetap beruntung karena hujan belumlah turun, jadi jalan-jalan keliling Taman Wisata Alam sore itu terasa sejuk, karena di sekeliling taman wisata dipenuhi dengan pohon bakau, dan dari sela-sela daun bakau berhembus angin yang menyejukkan kulit.

Taman Wisata Alam Agke Kapuk sendiri merupakan pusat lokasi pelestarian alam atau lingkungan, hal tersebut terlihat dengan banyaknya tertulis nama-nama sponsor dan penggiat pelestari alam dari berbagai kalangan, sekolah, perusahaan atau instansi hingga public figure atau tokoh masyarakat. Lokasi hutan mangrove atau hutan pohon bakau itu kini menjadi lokasi eco-wisata yang memukau, berbagai jenis mangrove telah tumbuh disana.

hutan bakau hutan bakau

Bagi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi kembali ke alam, jauh dari polusi udara dan kebisingan kota, dapat juga menikmati alam mangrove sambil bermalam di sana. Terdapat penginapan atau villa yang dibangun diatas air sungai yang bermuara ke laut, serta tersedianya akses pejalan kaki yang menghubungkan penginapan tersusun rapi dari batang-batang pohon menambah keasrian alam sekitar. Kawasan hutan bakau ini dapat dijadikan wisata edukasi penting bagi para pelajar sekolah, untuk mengenalkan perairan laut, menanamkan pentingnya pelestarian alam bagi manusia dengan berperan aktif melakukan penanaman pohon bakau di lokasi, dan langsung menyaksikan habitat hewan-hewan yang mendiami hutan bakau tersebut.

Kini kita tak lagi khawatir, dimana kita dapat bebas menghirup udara bebas nan segar, mencium bau hijau rerumputan serta dedaunan, bermalam bercengkrama dengan alam, berpandangan menikmati terbitnya surya, dan menanti keindahan senja di balik gedung-gedung pencakar langit. Dengan adanya eco-wisata di Jakarta seakan paru-paru bergembira dan kelopak mata selalu teduh sejuk.

hutan bakau hutan bakau