Destinasi Paralayang Populer Indonesia

1.Paralayang Gunung Panten (Kabupaten Majalengka)

 


Keindahan Gunung Panten tidaklah kalah dengan keunikan dan keindahan gunung-gunung yang ada di kabupaten lain, Gunung Panten, Desa Sidamukti, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini baru pertama kali diperkenalkan ke Dunia Wisata dengan dibukanya sarana dan prasarana olah raga Paralayang, namun tidak hanya sebagai sarana Paralayang, Gunung Panten juga menyuguhkan wisata sejarah yaitu makam/petilasan Prabu Siliwangi.

Dari gunung ini dapat terlihat dengan jelas pesona keindahan kota Majalengka, disaat berselimutkan kabut atau saat teriknya matahari dan saat yang terbaik untuk melihat pemadangan Kota Majalengka adalah sore hari pada saat musim kemarau. Objek wisata ini dirintis sejak tahun 2010. Dibukanya wisata  terutama Paralayang membuat sudah beberapa kali diselenggarakannya ajang kejuaraan nasional paralayang dan kejuaran nasional Gantolle di tempat ini. Upaya ini berdampak naik daunnya Gunung Panten sebagai sarana Paralayang di kalangan atlet nasional dan bahkan menarik minat atlet paralayang internasional.

Tidak hanya menikmati pesona Majalengka dari ketinggian, bagi yang bernyali bisa menikmati terbang tandem dengan paralayang, fasilitas terbang tandem disediakan bagi pengunjung yang ingin mencoba terbang di ketinggian dengan paralayang bersama operator paralayang yang sudah sangat berpengalaman.

2. Gunung Matantimali (Kabupaten Sigi)

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Edwin Kandari (@edwinkandari) on


Destinasi wisata yang tergabung dengan sebuah cabang olahraga ini dapat dinikmati di daerah Matantimali khususnya oleh para pecinta olah raga paralayang yang memacu adrenalin ini. Meskipun demikian, tidak sedikit yang pernah mencobanya dan kemudian menyukai olahraga ini.

Daerah wisata Palu yang begitu menakjubkan yang berada di ujung selatan Kota Palu, dengan jarak tempuh sekitar 45 menit.
Lokasinya terletak di sebuah desa yang berada di atas gunung yang disebut orang-orang Matantimali. Matantimali adalah lokasi yang sering digunakan untuk olahraga paralayang. Wilayah ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan jarak sekitar 30 kilometer dari arah selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ketinggian tempat wisata Matantimali adalah 1.500 mdpl dan lokasinya yang menghadap ke lembah palu dan teluk palu memberikan banyak keuntungan bagi pecinta paralayang. Angin yang menghantam lereng gunung, menyebabkan turbulensi yang dibutuhkan untuk mendapatkan ketinggian. Hal ini membuat sejumlah atlet mancanegara menilai Pegunungan Matantimali merupakan lokasi paralayang terbaik untuk kawasan Asia Tenggara.

3.Paralayang Modangan (Kabupaten Malang)

 


di Kabupaten Malang masuk dalam 5 besar Anugerah Pesona Indonesia pada kategori  Wisata Olahraga dan Petualangan Terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia 2018.

Sarana dan prasarana olah raga Paralayang di Pantai Modangan ini sangat strategis dikarenakan landasan pacunya yang terletak di atas tebing dan berbatasan langsung dengan bibir Pantai Modangan, sehingga membuat para atlet paralayang memberikan julukan sebagai surganya paralayang, dikarenakan pantai dengan pasir putih sepanjang 1,06 kilometer tersebut bisa menjadi pendaratan yang nyaman bagi para atlet Paralayang, pesona birunya laut pantai selatan menjadi pemandangan yang memberikan kesan tersendiri dan ditambah lagi dengan pemandangan perbukitan hijau yang membentang, hutan yang masih perawan, sampai air terjun yang terlihat jelas dari atas, sehingga memang sangat tepat jika diberikan julukan sebagai surganya atlet paralayang.

Lokasi paralayang seperti Modangan merupakan satu-satunya di wilayah Jawa timur, dengan pemandangan laut pantai selatan dan pasir putihnya yang sangat luar biasa yang dapat menjadikan magnet tersendiri bagi wisata di Kabupaten Malang, khususnya wisata dirgantara.