5 Destinasi Ekowisata Terpopuler Tahun ini

Cendrawasih Nimbokrang : Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Distrik Nimbokrang memiliki lima spot untuk memantau keindahan burung asli Papua yang langka dan sangat dilindungi. kelima tempat itu adalah Rhepang Muaif dan Amai di Kabupaten Jayapura serta Berawai, Poom dan Sawendui di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Di kawasan khusus konservasi cenderawasih ini, para wisatawan dapat berinteraksi dan mendapatkan pengalaman menyaksikan secara langsung kecantikan dan mendengar merdunya suara burung Cenderawasih yang langka ini dan merupakan ikon Papua.

Bintan Mangrove – Kab. Bintan – Dispar Kab. Bintan

Bintan Mangrove : Saat ini Bintan Mangrove telah menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang sedang naik daun dan merupakan salah satu area wisata yang dilindungi pemerintah Indonesia sebagai kawasan ekowisata. Keindahan alam serta kemurnian daerah yang asri dan terjaga dengan baik mungkin menjadi salah satu alasan yang menjadikan tempat ini begitu banyak diincar oleh wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Kawasan yang indah ini berada di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. yang lebih tepatnya di Sungat Sebong yang membelah kawasan Kampung Lagoi serta Desa Sebong Lagoi.

Memasuki ke dalam kawasan Bintan Mangrove harus melalui pemandu dan untuk menyusuri keindahan hutan mangrove para wisatawan akan diarahkan untuk menggunakan speedboat milik masyarakat setempat. Dalam durasi kurang lebih satu jam wisatawan dapat menikmati keindahan alam hutan mangrove yang dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona asin, payau dan tawar.

Hutan ini juga menjadi salah satu penghasil kayu jati. Batang pohon jati berwarna coklat dan ukurannya sangat besar, tetapi di bagian dalamnya berwarna merah. Wisatawan juga dapat menikmati kawasan hutan mangrove dengan berjalan kaki. Terdapat jembatan-jembatan yang memang khusus dibuat sebagai fasilitas bagi wisatawan yang ingin menelusuri suasana hutan yang hening dan asri dengan berjalan kaki.

Photo by jpswisata com

Nglinggo : Desa Wisata Nglinggo terletak di Kelurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo. Desa wisata ini masih satu kawasan dengan obyek wisata Puncak Suroloyo. Di tempat ini wisatawan dapat merasakan sejuknya udara pegunungan sekaligus melakukan aktivitas tea walk alias jalan-jalan menyusuri kebun teh pada ketinggian 800 m dpl yang memang menjadi pesona utama dari desa wisata ini, disamping itu tempat ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas antara lain tempat pertemuan, pusat jajanan, bumi perkemahan dan homestay bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana menginap di desa.

Dari kebun teh ini, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan bukit batu dengan bentuk yang menarik, perkampungan di Kabupaten Magelang dan Purworejo, hutan pinus yang lebat, serta hamparan lembah menghijau laksana karpet tebal. Selain kebun teh, pesona lain yang ditawarkan Desa Wisata Nglinggo adalah pesona air terjun yang berada pada ketinggian 900 m dpl dan oleh warga sekitar disebut dengan nama Curug Watu Jonggol yang harus melalui jalur trekking dengan medan yang cukup menantang untuk mencapainya. Lokasinya yang tersembunyi menjadikan kondisi Air terjun ini masih sangat alami, lengkap dengan tumbuhan dan satwa khas dataran tinggi.

Tidak hanya wisata alam, desa wisata ini juga kaya dengan wisata budaya. Wisatawan dapat belajar pertanian, peternakan kambing dan seni mulai dari belajar menari lengger, jathilan, membuat topeng, hingga membatik bisa dilakukan di sini. 

TN Gunung Leuser : Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang oleh pemerintah Indonesia telah ditetapkan pada tahun 1980 sebagai wisata cagar alam, yang juga merupakan salah satu dari paru-paru dunia dan sejak tahun 2004 sudah terdaftar di UNESCO sebagai salah satu tempat yang dijadikan situs warisan dunia (Cagar Biosfir). Taman Nasional Gunung Leuser terletak di ketinggian 3404 m dpl, dengan suhu udara berkisar 21°-28° C dengan luas lahan sekitar 1.094.692 hektar.

Wisatawan akan dapat menyaksikan berbagai macam keindahan alam mulai dari pantai, gunung, sungai, danau dan juga ada sumber air panas. disamping itu juga dapat menyaksikan kehidupan berbagai macam flora dan fauna yang kesemuanya adalah tergolong langka dan dilindungi. Beberapa contoh satwa langka yang dapat temui disini seperti kucing hutan, orang hutan, harimau Sumatera, siamang, ular, rangkong, kupu-kupu, burung, badak Sumatera, gajah Sumatera, rusa  sambar dan kambing hutan, sedangkan untuk flora seperti bunga raflesia, bunga raksasa “Rhizanthes  zippelnii” dan payung raksasa. tidak hanya itu di TNGL juga menyimpan kekayaan buah-buahan tropis seperti durian, rambutan, mangga, jeruk, alpukat, jambu biji dan juga pepaya.

Mangrove Park : Mempawah Mangrove Park adalah sebuah daerah di Mempawah yang menjadi buah bibir dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Lokasi Mempawah Mangrove Park  terletak di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Tepatnya di sebelah Taman Makam Pahlawan Mempawah.

Wisatawan dapat mengelilingi Hutan Mangrove ini dengan cara berjalan kaki di jalan setapak yang terbuat dari kayu dan dipercantik dengan cat warna warni. Jika lelah berjalan kaki di taman ini juga disediakan fasilitas tempat untuk duduk bersantai menikmati segarnya hutan mangrove. Saat sore hari wisatawan dapat menikmati keindahan Sunset dari lokasi taman mangrove ini.

Udaranya yang segar serta angin sepoi-sepoi, ditambah pemandangan pantai dan pulau-pulau terdekat akan membuat  wisatawan betah berlama-lama berada di taman ini. Wisatawan juga dapat menyeberang ke pulau-pulau terdekat, salah satunya ke Pulau Penibung