5 Atraksi Budaya Indonesia yang Terpopuler tahun 2018

Tari Anggguk – Kulon Progo : Salah satu kekayaan budaya Yogyakarta adalah Tari Angguk yang merupakan tarian khas Kulon Progo. Tarian ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan setelah panen padi dan diperkirakan tarian ini ada pada era Belanda berkuasa yang diciptakan oleh sekelompok masyarakat yang terpisah secara sosial diluar wilayah Keraton. Tarian ini dinamakan Tari Angguk, dikarenakan untuk merayakannya para pemuda dan pemudi bersukaria dengan bernyanyi dan menari sambil mengangguk-anggukkan kepala.

Tari Angguk Kulon Progo, pada awal perkembangannya dipergunakan sebagai media penyebaran agama Islam. Seiring berjalannya waktu berkembang menjadi tarian dengan fungsi lain yang lebih universal sehingga dapat dinikmati oleh siapapun, namun tetap kental dengan nuansa Islam yang terlihat dari lantunan vokal pengiringnya. Biasanya ditampilkan ketika ada masyarakat yang sedang melangsungkan pernikahan, supitan dan lain sebagainya. Perpaduan budaya di tarian Angguk juga tampak dari instrumen musik pengiringnya. Saat ini kesenian Angguk modern sudah mulai disisipi alat musik seperti rebana, bedug, simbal, snare drum bahkan juga keyboard. Nuansa Arab dan Jawa terlihat dari lantunan syair dan nuansa Eropa tergambar dari kostum yang dikenakan para penari.

Kab TanahDatar

Pacu Jawi – Kab. Tanah Datar : Pacu Sapi atau Pacu Jawi dalam bahasa Minang adalah merupakan salah satu atraksi budaya yang saat ini sangat terkenal di Sumatera Barat. Asal muasal Pacu Jawi dilakukan oleh para petani dan masyarakat disekitar Kabupaten Tanah Datar dalam mengisi waktu setelah masa panen dan biasanya diadakan 3 kali dalam setahun. Banyak yang mengira Pacu Jawi ini ada di pulau Madura, karena memang yang terkenal akan balapan sapi yaitu daerah Madura dengan Karapan Sapi. Perbedaan yang mencolok antara Pacu Jawi dengan Karapan Sapi adalah lahan yang digunakan. Kalau Karapan Sapi menggunakan tanah datar dan kering sebagai arena, sedangkan Pacu Jawi menggunakan area sawah yang sudah basah. Sehingga jika difoto akan tampak lebih dramatis dan banyak didapatkan momen yang bagus.

Yang unik dari Pacu Jawi ini dilepas sendirian dan tidak dipasang lawan, konon cara ini dibuat agar tidak terjadi taruhan yang kerap terjadi dalam setiap balapan. Awalnya Pacu Jawi murni hiburan bagi para petani usai masa panen dan hal inilah yang membuat Pacu Jawi menarik, meriah, dan berbeda. Jokinya dibekali alat bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan dan merupakan salah satu peralatan yang digunakan petani untuk membajak sawah.  Jika diperhatikan sang joki pada saat memacu sapinya mereka menggigit ekor sapinya, semakin kuat ekor sapi digigit maka semakin kencang larinya. Cipratan lumpur berterbangan, sorak-sorai penonton, serta sesekali alunan musik minang mengalun untuk memeriahkan Pacu Jawi ini. Jika sudah puas menikmati Pacu Jawi, di sekitar arena terdapat pasar rakyat yang banyak menjual kuliner khas Minang yang wajib dicoba satu persatu.

Tari Saman from hipwee.com

Tari Saman – Kab. Gayo Lues : Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Lagu dan syair dalam Tari Saman mempergunakan bahasa Gayo, pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan, pemainnya terdiri dari para pemuda pria dengan memakai pakaian adat. Biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyatakan Tari Saman diciptakan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia pada tanggal 24 November 2011.

Tari Saman merupakan salah satu media untuk berdakwah yang mencerminkan pendidikan keagamaan (Islam), sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sebelum Tari Saman dimulai dibuka dengan menampilkan seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) untuk memberikan nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Tari Saman merupakan salah satu tarian yang paling populer di Indonesia, bahkan tarian ini sudah dikenal hingga mancanegara, karena keunikannya yang memadukan gerakan tari yang sangat kompak dengan harmonisasi antara lagu dengan paduan suara yang mengiringi gerakan.

Parahu Baganduang – Kab. Kuansing : Festival Perahu Baganduang adalah atraksi pertunjukan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Kuantan Mudik, Kuantan Singingi. Perahu baganduang (perahu bergandung) adalah perahu kebesaran (semacam kereta kencana) yang digunakan di dalam tradisi manjopuik limau. Perahu baganduang merupakan perahu yang digandung (dirangkai) dengan perahu lainnya  dengan menggunakan bambu yang dihiasi warna warni ornamen tradisional dan memiliki simbol adat setempat, serta dihiasi janur, kain panjang dan simbol-simbol yang terdapat pada perahu baganduang berkaitan dengan adat dan batobo. Semua simbol dibuat dari bambu yang dibungkus atau dibentuk dengan kain. Perahu baganduong merupakan lambang dari kemegahan, perjuangan, batobo, jalinan kasih, dan bentuk sanjungan seorang bujang kepada seorang gadis.

Wadian Dadas – Kab. Barito Selatan : Seni Tari adalah salah satu bentuk budaya yang menonjol di Kabupaten Barito Selatan. Tari yang terpopuler adalah Tari Wadian, dengan ciri khas menggunakan gelang besar pada tangan para penarinya, sehingga gelang-gelang besar itu senantiasa beradu mengeluarkan bunyi-bunyian yang sangat meriah selama tarian dilakukan. Terdapat tiga lelaki penabuh gendang dengan enam penari perempuan yang menari dengan lincah. Iringan musik bernada tinggi serta pencahayaan yang minim membuat pertunjukan tarian Wadian Dadas Bawi ini semakin kental dengan nuansa mistis.

Wadian yang semula hidup dimasyarakat primitif kemudian berkembang di dalam masyarakat tradisonal, karena adanya perpindahan komunitas Dayak Ma’nyan ke desa lain. Namun, pada akhirnya Tari Wadian Dadas Bawi cukup berkembang dan tetap dilestarikan di Kalimantan. Namun kini terjadi pergeseran makna tarian yang awalnya sebagai sarana pengobatan menjadi suatu seni tari pertunjukan yang dikemas menarik dan sering ditampilkan pada acara-acara budaya