JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Jejak Manusia Goa di Kepulauan Kei

History
Typography

Cerita mengenai Manusia Goa dan Tabot yang melegenda, Tabot yaitu Penyu Belimbing yang di percaya menjadi hewan asli kepulauan Kei, dan kini sebagai satwa langka yang dilindungi, karena terancam kepunahannya.

 

Tak habis-habis rupanya menguak keajaiban demi keajaiban di surga tersembunyi Kepulauan Kei ini, baru saja kami berdecak kagum dengan panorama alam yang masih perawan, kehalusan pasir pantai yang putih, dan halus seperti tepung, kamipun di ajak untuk melihat kekayaan lain yang dimiliki Kei, ternyata Kei juga kaya akan sejarah peradabannya.

Cerita mengenai Manusia Goa dan Tabot yang melegenda, Tabot yaitu Penyu Belimbing yang di percaya menjadi hewan asli kepulauan Kei, dan kini sebagai satwa langka yang dilindungi, karena terancam kepunahannya. Keberadaan mahluk pengembara tersebut ternyata bukan isapan jempol belaka, karena rupanya keberadaan Penyu Belimbing di Kepulauan Kei sudah ribuan tahun silam, hal tersebut tanpa sengaja telah kami temukan, saat kami mengeksplor dengan menyisir goa-goa di sepanjang tebing pantai Ohidertawun, kami menemukan gambar bentuk hewan Penyu Belimbing diantara sekian banyak gambar-gambar hasil karya Manusia Goa, tulisan dan gambar di dinding-dinding goa tersebut menurut Pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara telah ada sejak 1.500 tahun silam.

Jejak Manusia Goa di Kepeulauan Kei tersebut dapat Anda temui di Pantai Ohidertawun, dan dikenal dengan Situs Jejak Tangan Leluhur, selain pengunjung dapat meniti sejarah masa lampau Kepualauan Kei, pengunjungpun juga dapat menikmati keindahan alam sekitar yang juga merupakan salah satu pantai favorite warga masyarakat. Gambar atau tulisan-tulisan peninggalan Manusia Goa, terdapat pada dinding karang yang memanjang disisi pantai hingga menuju ke tengah laut, jika saat meti (surut) Anda dapat berjalan kaki dari bibir pantai hingga kearah laut, tetapi jika saat pasang dapat menggunakan sampan atau perahu kecil, walau jarak darai pantai ke lokasi sekitar 2 km, namun Anda dijamin tidak akan terasa jauh, karena berjalan diatas Meti Kei (pantai surut di Kei) adalah sensasi yang tak terlupakan dan enggak ada di daerah lain.

Wah, ternyata setelah difikir-fikir Ajaib juga ya.. karena jarang juga kami menemui Situs Sejarah itu di Tengah Laut, udah gitu viewnya pun tanpa batas. Nah mantapnya lagi, setelah kembali dari perjalanan ditengah laut kelelahan pun kontan terbayar sudah, sejumlah kelapa muda murni telah tersedia…. Hhmmm nikmat.

Info & Tips
Untuk dapat mengabadikan gambar atau lukisan di tebing-tebing goa tersebut, Anda kami sarankan membawa lensa tele, karena dari dataran kita berpijak itu kira-kira sejauh 100-150 meter jarak pandangnya, tetapi jika sedang pasang dengan menggunakan perahu tentunya jarak pandang sedikit lebih dekat.
Diarea ini belum terdapat restaurant atau rumah makan, bahkan penjual makanan ringan, sehingga jika memungkinkan bawalah minum dan makanan ringan, tetapi wajib diingat menjaga kebersihan lingkungan dan merawat alam.

How to get there
Untuk menuju ke lokasi, dibutuhkan waktu tidak sampai 1 jam dari kotaKei, dan di lokasi tidak dilintasi oleh kendaraan umum, sehingga pengunjung dapat menggunakan fasilitas rental/sewa kendaraan roda empat atau roda dua.