JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Saksi Bisu Diplomasi Kedaulatan Indonesia

History
Typography

Jalan-jalan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, seakan tidak lengkap apabila tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah rumah yang mempunyai nilai sejarah tinggi disini. Gedung Perundingan Linggarjati merupakan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia yang berlokasi di DesaLinggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Dimana letak gedung ini tepat di kaki Gunung Ciremai bagian tenggara, kearah Utara dari kota kuningan atau kearah selatan dari kota Cirebon.

Jalan sejarah yang tiada henti dari bangunan ini, 1935 oleh Van Hetker gedung ini di kontrak dan mengalami renovasi menjadi Hotel Rustoord. Pada zaman pendudukan Jepang, gedung ini direbut dan di jadikan Hokai Ryokai pada 1942. Lalu pada 1945 pejuang kita berhasil merebutnya dan di jadikan sebagai markas BKR dan diubah namanya menjadi Hotel Merdeka.

10-13 November 1946, akhirnya tengah berlangsung perundingan bersejarah antar pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Kerajaan Belanda. Dimana perundingan tersebut merupakan upaya perjuangan Indonesia melalui jalur diplomasi untuk mendapatkan kedaulatan bangsa.
Di antara isi pokok perjanjian Linggar jati yakni, Belanda mengakui secara De Facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra,  Jawa, dan Madura. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam membentuk negara Indonesia Serikat, yang salahsatunegarabagiannyaadalahRepublik Indonesia.  Dan Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.
Bentuk asli bangunan masih dipertahankan, beberapa benda dan replica benda yang dipergunakan pada masa perundingan dapat disaksikan di dalam rumah yang kini berfungsi pula sebagai museum. Jika Anda berniat mengunjungi, fasilitas yang tersedia saat ini adalah tempat parkir, kiosjajanan, mushola, toilet, taman terbuka, dan auditorium.

Gedung Linggar jati mempunyai sejarah yang panjang. Johannes Van Os, ialah orang yang pertama kali memperbaiki rumah ini dan menjadikannya rumah keluarga pada 1930. Sebelumnya rumah ini hanyalah sebuah gubuk milikibu Jasitem yang kemudian diperistri oleh orang Belanda.

Kemudian pada 1950-1975, sempat digunakan untuk Sekolah Dasar Linggarjati 1. Kemudian akhirnya gedung ini dijadikan museum setelah direnovasi. Pada 1985, sang anak pemilik rumah yaitu Dr.Willem Van Osdan Joty Kulve – Van Os yang memang dibesarkan di rumah ini berhasil memperjuangkannya untuk dikukuhkan sebagai cagar budaya dan memiliki nama Gedung Perundingan Linggarjati.

How To Get There :

- Tidak sulit untuk mencapai ke Gedung Perundingan Linggarjati, apabila Anda menggunakan angkutan bus dari Jakarta yakni Luragung, Anda bias turun di pertigaan Cilimus dan lanjut menggunakan angkutan menuju Desa Linggarjati. Nah, apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi dari Kuningan, hanya berjarak 30 menit ke arah utara dari alun-alun kota Kuningan.