JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Ayo Jalan-jalan Bareng Huwaei ke Derawan #2

Review
Typography

(Day #2)

PAGI hari sebelum berangkat, saya sempatkan menyaksikan matahari terbit dari dermaga di depan penginapan. Sekaligus coba menggunakan fitur time-lapse yang sudah tersedia di ponsel Huawei GR5 ataupun GR3. Berhubung pagi itu agak mendung, saya coba menggunakan filter sepia supaya lebih cerah. Wow! Hasilnya jadilah video time-lapse yang bikin saya merasa seperti awak media profesional.

 

Usai sarapan, saya dan mas Sanusi pun bertukar ponsel. GR5 yang kini saya pegang masih menyisakan 75% kapasitas baterai meskipun kemarin sudah dipakai oleh mas Sanusi seharian dan belum di-charge semalam. Kapasitas baterai GR5 sebesar 3000mAh memang luar biasa. Saya langsung merasa ponsel ini cocok untuk dibawa traveling khususnya ketika sedang bepergian ke daerah yang minim sumber daya listrik. Layar 5.5" di GR5 membuatnya ukurannya sedikit lebih besar dari GR3 meskipun masih tetap nyaman digenggam dalam satu telapak tangan. Tampak seksi sesuai hashtag #GR5exy

Pulau Sangalaki

Beruntung matahari sudah menghalau mendung sehingga kedatangan kami ke pulau Sangalaki berbonus cuaca cerah dan laut biru. Sebelum melakukan aktivitas air, kami diajak melihat konservasi penyu di pulau ini. Terdapat dua jenis penyu di pulau Sangalaki, yakni penyu sisik dan penyu hijau. Sungguh menggemaskan melihat bayi-bayi penyu alias tukik yang ada di penangkaran.

Snorkeling tentu jadi agenda selanjutnya. Pulau Sangalaki punya perairan yang jernih hingga kedalaman beberapa meter. Dasar laut yang berpasir putih membuatnya tampak bagaikan kolam renang infinity. Sayangnya hari ini arus laut sedang kuat sehingga membuat kami lekas lelah berenang-renang melawan arus.

Pulau Derawan

Belum lengkap kunjungan ke Derawan jika tidak mengelilingi pulau Derawan itu sendiri. Usai makan siang di penginapan, kami menyewa sepeda untuk berkeliling pulau. Sambil bersepeda, saya juga coba memotret dengan fitur fingerprint yang ada di GR5. Selain untuk identifikasi, fitur ini bisa digunakan sebagai pengganti tombol shutter kamera. Keren!

Perkampungan penduduk didominasi rumah-rumah kayu yang dicat warna-warni. Kami juga menemukan atraksi sejarah berupa komplek pemakaman kuno berusia ratusan tahun. Selain makam Sabba'ani, terdapat juga makam tua dengan batu nisan berbentuk kuda. Sayangnya masih minim informasi mengenai kedua situs ini. Di salah satu pantai bekas sebuah resort yang terbengkalai, kami turun dari sepeda dan berfoto-foto menggunakan fitur burst shot dan best photo. Fitur ini layak digunakan jika ingin mengambil adegan cepat seperti melompat ataupun mencipratkan air seperti yang kami lakukan. Hasilnya foto-foto kami tetap terlihat tajam dan tak mengecewakan.

Pulau Gusung

Keunikan pulau ini adalah ia hanya muncul pada saat air laut surut. Terletak tak jauh dari pulau Derawan, kami berangkat ke pulau Gusung untuk berburu pemandangan sunset. Pulau yang hanya berupa tumpukan pasir putih di tengah laut ini memang menakjubkan. Tak ada pohon tak ada karang tak ada apapun selain pasir putih dan laut biru. Kami seakan berada di dunia berbeda, katakanlah di ujung dunia.

Berburu sunset di sini tentu jadi hal menyenangkan. Saya tak perlu lagi mengaktifkan filter sepia karena cuaca sudah cerah. Fitur time-lapse kembali digunakan untuk mengabadikan pemandangan matahari terbenam. Seiring senja yang pudar di langit, berakhir pula agenda trip kami. Menyisakan kenangan akan Derawan yang menawan. Foto dan video yang diambil menggunakan Huawei GR5 dan GR3 tentu bakal menjadi album yang mengesankan.

Getting There

Dari kota asal Anda ambil penerbangan ke kota Balikpapan, dilanjutkan penerbangan berikutnya ke Tanjung Redeb (Berau) selama sekitar 45 menit. Kemudian ambil jalan darat menuju Tanjung Batu selama sekitar 2-3 jam, tergantung seberapa cepat sopir membawa Anda menempuh perjalanan berkelok-kelok. Sampai Tanjung Batu tinggal menggunakan speed boat ke pulau Derawan selama sekitar 30 menit.

Info & Tips

Selama di pulau Derawan, ada banyak paket island hopping Maratua-Kakaban-Sangalaki yang ditawarkan, tinggal pilih sesuai budget. Biasanya penginapan pun sudah punya paket wisata sendiri (sudah termasuk makan siang). Jika ingin mencoba masakan ala penduduk lokal bisa bertandang ke kedai-kedai makan di perkampungan sekitar penginapan. Terdapat pula penyewaan sepeda jika ingin berkeliling pulau.