JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Ayo Jalan-jalan Bareng Huwaei ke Derawan #1

Review
Typography

(Day #1)

DERAWAN menyapa kami dengan hangat. Laut tampak tenang, sinar matahari pagi masih lembut, penyu-penyu besar sibuk menyantap rumput laut di perairan di bawah dermaga, dan perut-perut besar kami sibuk menampung menu sarapan yang terhidang. Kami baru saja tiba malam sebelumnya di pulau Derawan, Kalimantan Timur, setelah menempuh perjalanan panjang setengah hari dari Jakarta-Balikpapan-Tanjung Redeb-Tanjung Batu nonstop. Usai istirahat semalam, kini semua sudah siap memulai aktivitas di Derawan.

 

 

Trip kali ini terasa spesial karena didampingi pula oleh rekan-rekan media & influencer atas undangan @HuaweiDeviceID. Ternyata Huwaei hendak merilis ponsel pintar terbaru tipe GR5 dan GR3 di Indonesia, dan kami diberi kesempatan istimewa untuk hands-on experience selama trip Derawan ini. Oya, kedua ponsel ini belum waterproof, jadi jangan sembarangan celup-celup atau cebur-cebur, karena yang dicari adalah pengalaman berfotonya dan bukan basah-basahannya.   

Para peserta dibagi dalam team yang terdiri atas 2 orang. Saya yang mewakili AyoJalanJalan.com mendapat kesempatan berkolaborasi dengan mas Sanusi dari Pulsa. Kami berdua langsung sepakat untuk mencoba GR5 dan GR3 secara bergantian. Pandangan pertama pada kedua ponsel ini memang terlihat menawan. Body metal dengan warna emas klasik langsung mengundang perhatian. Secara fisik keduanya nyaris tak bisa dibedakan kecuali dalam hal ukuran. Saya pilih menggunakan GR3 terlebih dahulu (layar 5") karena ukurannya tak jauh beda dengan ponsel pribadi saya. Terasa kompak di genggaman. It feels great. Pantas saja jika GR3 ini mengusung hashtag #GR3at

 

Pulau Maratua

Dengan menggunakan speed boat kami pun berangkat menuju pulau Maratua. Atraksi pertama di pulau ini adalah gua Haji Mangku. Dari dermaga kami berjalan menembus hutan (sekitar 20-30 meter dari tepi pantai). Siapapun penggemar aksi adrenalin cocok dengan atraksi ini. Jadi untuk mencapai gua Haji Mangku, wisatawan harus terjun dari tebing setinggi 5 meter ke dalam kolam alami yang tampak jernih namun dalam. Satu persatu aksi terjun bebas kami direkam menggunakan GR5 yang punya fitur slow motion video. Hasilnya keren bak video profesional!

Saya kira air di kolam ini tawar, tapi ternyata asin karena merupakan rembesan air laut. Tanpa buang waktu kami segera berenang-renang menuju gua Haji Mangku yang ukurannya sempit yang hanya bisa dilalui satu persatu. Untung panjangnya tidak seberapa. Ternyata di balik gua sudah terdapat pijakan batu untuk kami kembali ke atas tebing, dan meloncat lagi jika suka. Tampaknya yang menjadi daya tarik gua ini adalah aksi loncat tebing itu tadi. 

Usai bersilaturahmi dan berjibaku ke Haji Mangku, belum lengkap ke pulau Maratua jika tidak snorkeling di salah satu pesisirnya. Terumbu karang di sini terlihat masih padat dengan tingkat kejernihan tinggi. Kami segera mencemplungkan diri ke laut dan bermain-main air bak masa kecil.

Rehat makan siang di Maratua Paradise Resort kami manfaatkan untuk mengulik fitur GR5 dan GR3 secara lebih mendalam. Saya langsung suka fitur panorama selfie karena punya jangkauan lebih luas, cocok buat foto selfie beramai-ramai! Oya keunggulan lain yaitu kondisi layar tetap jelas meskipun berada di bawah terpaan sinar matahari langsung.


Pulau Kakaban

Tersebutlah sebuah laguna biru di tengah pulau Kakaban yang ketinggian airnya mengikuti pasang surut air laut. Ternyata laguna ini terhubungkan dengan sebuah gua laut yang oleh masyarakat lokal dinamakan Kaha Daeng. Kesanalah kami menuju. Usai berendam di laguna, kami mengikuti instruksi pemandu masuk ke dalam gua. Hati-hati aliran airnya deras! Sambil merunduk, sesekali jalan berjongkok, kami masuk gua mengikuti aliran air ke arah laut. Sekali waktu arus deras menjerembabkan saya hingga jatuh terduduk, dan karang tajam sukses merobek celana renang yang saya kenakan. Hahaha, malunya itu lho! Tapi tak lama akhirnya kami muncul jua di tepi laut. Rasanya lega bisa terbebas dari kungkungan kegelapan.

Beranjak dari Kaha Daeng, kami menuju ke sisi lain pulau Kakaban. Kali ini menuju danau di tengah pulau. Dari dermaga panjang di tepi pantai, kami harus melintasi anak tangga kayu dan jalan setapak masuk ke dalam hutan untuk mencapai danau. Tentu ada sesuatu yang spesial dengan danau di tengah pulau ini.

Apalagi kalau bukan keberadaan ubur-ubur tak bersengat yang hanya ada di danau Kakaban ini. Rasanya menakjubkan bisa berenang-renang bersama mereka. Saya sendiri tak mau menyentuh mereka, biarlah saya hanya mengamati dari dekat. Ketika saya mengintip ke dasar danau dekat dermaga (kedalaman sekitar 5 meter) ternyata ada lebih banyak kawanan ubur-ubur yang tengah menempel di dasar. Tapi saya enggan menghampiri mereka di kedalaman sana, rasanya bagai menjumpai kawanan alien yang tengah beristirahat.

Acara hari ini ditutup dengan snorkeling di palung laut, masih di sekitar pulau Kakaban. Palung laut di sini memang menakjubkan, saya bagai melayang-layang di atas jurang berterumbu karang. Pemandu kami sempat bilang jika ia melihat penampakan hiu di bawah sana, yang mana hal ini membuat sebagian kami bersemangat, dan sebagian lagi segera melipir kembali ke kapal. Hahaha!

-bersambung-