JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Ikon Jakarta Jadi Pariwisata Terpopuler Kebersihannya

Leisure
Typography

Siapa yang tidak kenal dengan Monas, atau singkatan dari nama Monumen Nasional, bagi masyarakat Indonesia yang baru menginjakkan kaki di Ibu Kota Republik Indonesia ini, rasanya belum ke Jakarta kalau belum ke Monas.  Monas sebagai ikon Ibu Kota Negara yang penuh dengan sejarah sejak pendiriannya kini semakin hijau dan bersih, bahkan tahun 2017 ini Monas masuk menjadi nominasi di ajang Apresiasi Pariwisata Terpopuler Indonesia, atau yang dikenal dengan Anugerah Pesona Indonesia 2017.

Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno, dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.



Kawasan Monas dibagi ke dalam beberapa area antara lain Lidah Api, Pelataran Puncak, Pelataran Bawah, Museum sejarah perjuangan nasional dan terdapat area taman monas atau hutan kota. Wilayah taman hutan kota di sekitar Monas seluas 80 hektar ini dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.

Di taman ini pengunjung dapat bermain bersama kawanan rusa yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor untuk meramaikan taman ini. Selain itu pengunjung juga dapat melakukan aktivitas olahraga seperti beberapa lapangan futsal dan basket yang bisa digunakan siapapun secara gratis.selain berolahraga di Taman Monas, Anda pun dapat melakukan pijat refleksi dimana tersedia batu-batuan khusus yang cukup tajam untuk dipijak sambil dipijat refleksi.



Pemanfaatan Monumen Nasional kini disesuaikan dengan Undang Undang RI No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dimana pemanfaatannya harus mempertibangkan kelestarian kawasan monumen dan memperkuat identitas monument, persayaratan ini efektif untuk mengurangi jumlah event yang diselenggarakan di Monas, penyelenggaraan event meninggalkan sampah event dan sampah penonton. Pemanfaatan kawasan monas adalah dengan memperhatian fungsi ruang, dan salah satunya adalah sebagai hutan kota dan taman kota sehingga kawasan lebih bersifat pedestrian dan keberadaan kendaraan bermotor harus diminimalisir.

Dukung  Kawasan Monas – Kota Jakarta Pusat
Dengan cara;  Vote melalui web http://anugerahpesonaindonesia.com
Atau SMS ketik : API 2D dan kirim ke nomor  99386


Sumber Artikel Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DKI Jakarta – 2017
Foto youtube.com, regional.kompas.com, serenepoets.com