JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Pulau 1.000 Moko

History
Typography

Jika Anda amati Moko dari dekat, Anda akan melihat motif-motif hiasan yang sepertinya tidak berasal dari Alor, karena menurut penelitian para ahli arkeolog Moko sudah ada sejak abad 14 masehi, ada beberapa jenis Moko yang diberi penamaan Moko Neraka, Moko Aimala, Moko Pung dan Moko Harbartur, kini di Alor lah satu-satunya yang memiliki museum dengan mengkoleksi benda bersejarah Moko terlengkap

 

Alor yang terletak di ujung timur kepulauan Nusa Tenggara, pulau yang sebelah utaranya berbatasan dengan laut Flores dan Laut Banda, sedangkan di selatan dengan Selat Ombai dan Selat Pantar di sebelah Barat. Disamping itu Pulau Alor adalah satu dari 92 pulau terluar Indonesia karena berbatasan langsung dengan Timor Leste di sebelah selatan.

Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur, adalah kabupaten yang memiliki banyak pulau dan beberapa pulau-pulau yang telah dihuni seperti; Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Ternate, Pulau Tereweng, Pulau Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kangge dan Pulau Kura. Sedangkan 11 pulau lainnya kosong atau tidak berpenghuni.

Setibanya di Alor tanpa berlama-lama saya melanjutkan perjalanan ke arah pusat kota Kabupaten Alor, yaitu menuju Museum Seribu Moko yang menyimpan sejuta cerita sejarah Alor dan berbagai keistimewaan Moko, sebelum tiba di museum saya menyempatkan singgah ke monumen atau tugu Kalabahi Kota Kenari, monumen yang dijadikan ikon kota Alor dan menggambarkan semangat Pejuang Alor dalam peperangan melawan penjajah.

Moko adalah benda terbuat dari bahan kuningan, yang bentuknya menyerupai alat musik drum atau perkusi, dengan ukuran yang beragam tinggi sekitar 70-100an.cm dan berdiameter 45-60an.cm, fungsi Moko sendiri dahulu dipergunakan sebagai musik tradisional saat acara-acara adat serta sebagai alat tukar saat jual-beli, namun dengan kemajuan dan perkembangan zaman, Moko sendiri justru menjadi barang yang sangat berharga khususnya bagi masyarakat Alor, karena rupanya dalam acara adat istiadat pernikahan ataupun prosesi pernikahan Moko menjadi Belis atau Mas Kawin untuk meminang seorang Gadis Alor.

Jika Anda amati Moko dari dekat, Anda akan melihat motif-motif hiasan yang sepertinya tidak berasal dari Alor, karena menurut penelitian para ahli arkeolog Moko sudah ada sejak abad 14 masehi, ada beberapa jenis Moko yang diberi penamaan Moko Neraka, Moko Aimala, Moko Pung dan Moko Harbartur, kini di Alor lah satu-satunya yang memiliki museum dengan mengkoleksi benda bersejarah Moko terlengkap.

ALOR itu Alamnya Indah Orangnya Ramah, itulah semboyan wisata Alor, jadi jadwalkan diri Anda untuk berwisata ke Pulau nan Eksotis di Indonesia.


Getting There
Transit Flight from Jakarta/Surabaya/Denpasar to Kupang
Stay 1Night in Kupang
Jakarta – Kupang by    : Garuda, Lion, Citilink, Batik, Sriwijaya, NAM
Kupang – Alor by     : TransNusa, Wings, Garuda

Connecting Flight from Jakarta/Surabaya/Denpasar to Alor
Connecting (maximum 2.hours)
Jakarta – Kupang by    : Garuda, Batik, Lion
Kupang – Alor by    : TransNusa, Garuda, Wings


How to get Around
Lokasi Museum 1000 Moko dan Tugu Kalabahi Kota Kenari tidaklah berjauhan, dan berada di pusat Kota Alor, sehingga untuk mencapai kedua lokasi tersebut sangatlah mudah yaitu dengan angkutan umum dalam kota, selain mengetahui sejarah Alor Anda juga dapat menikmati tour dalam kota seperti Kuliner, Pantai dan Pelabuhan Laut.