JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Festival Pariwisata Terpopuler dari Banjar

Culture
Typography

Pesona Banjar Festival dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar di dermaga bawah Jembatan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Para pengunjung dan wisatawan bisa menempuhnya melalui jalur darat atau air menggunakan kelotok atau kapal kecil yang berada di sungai/dermaga di Kota Banjarmasin.

 

Pesona Banjar Festival adalah suatu event unggulan Kabupaten Banjar yang terdiri dari tiga event acara unggulan yaitu Festival Tanglong, Festival Jukung Hias, dan Lomba Balap Jukung yang dilaksanakan setiap Tahun ini bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan keberadaan pasar terapung melalui Pesona Banjar Festival yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar dengan waktu pelaksanaan sekitaran bulan Oktober dihadiri 1000 pedagang di Dermaga Kapal Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Pelaksanaan diawali dengan Festival Tanglong yang dimulai sehabis sholat subuh dengan iring-iringan obor menuju Dermaga Sungai Pinang dilanjutkan dengan acara Festival Jukung Hias dimana perahu tersebut diberi berbagai hiasan, di cat berbagai warna dan barang juala disusun rapi diatas jukung yang peserta naiki , selanjutnya diakhiri dengan lomba balap jukung.

 

Pesona Banjar Festival dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar di dermaga bawah Jembatan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Para pengunjung dan wisatawan bisa menempuhnya melalui jalur darat atau air menggunakan kelotok atau kapal kecil yang berada di sungai/dermaga di Kota Banjarmasin.

Pagelaran acara dimulai usai Sholat Subuh para peserta Tanglong Jukung Hias menampilkan kreativitasnya dengan menunjukkan kerapian menghias dan teknik pencahayaan lampu/obor/lentera perahu atau jukungnya.Menjelang pagi sesudah pukul 06.00 WITA, ratusan perahu peserta Kontes Jukung Hias berkumpul di dermaga bawah jembatan. Mereka adalah ibu – ibu pedagang yang setiap harinya berjualan di Pasar Terapung Lok Baintan. Jukung mereka diisi dan dihiasi dengan dagangan berupa hasil kebun yang ditata sedemikian rupa. Ditambah kerapian pakaian mereka —memakai sarung dan baju/kebaya, pupur dingin, salungkui tapih—dan tanggui (penutup kepala) nan cantik.Dari sinilah, panitia lomba nanti memutuskan siapa pedagang yang memiliki keunikan, kelengkapan jualan, kerapian pakaian dan keramah-tamahan dalam melayani pembeli sesuai Sapta Pesona.

 

Sumber Artikel dan Foto : Dinas Pariwisata Kabupaten Banjar