JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Kre Sesek Khas Sumbawa

Culture
Typography

Selain Anugerah Ilahi atas keindahaan alamnya, Sumbawa juga memiliki maha karya seni yang luarbiasa, maha karya tersebut terlihat dari seni corak hias Tenunan khas Sumbawa, kain tenun Sumbawa biasa juga disebut dengan nama Kre’ Sesek dan keistimewaan kain tenun khas Sumbawa selain memiliki berbagai ragam corak yang indah, tenun disini juga memiliki ketahanan yang cukup lama hingga puluhan tahun.

 

Sebelum abad ke 16 pulau Sumbawa memiliki dua bagian kerajaan besar yaitu; Kesultanan Bima di Pulau Sumbawa bagian Timur, dan Kesultanan Sumbawa di Pulau Sumbawa bagian Barat, pengaruh Agama Islam yang kuat di masa kesultanan di Pulau Sumbawa, sangatlah mempengaruhi Ekonomi dan Budaya Sumbawa, bahkan pengaruhnya sampai kepada corak seni kerajinan pembuatan Kain Tenun itu di seluruh NTB (Nusa Tenggara Barat).

Dan sebut saja beberapa macam motif tenun dari puluhan motif yang ada, yan bersumber dari Disperindag provinsi seperti;

Motif Kre Alang, Kain Kre Alang merupakan tenunan songket Motif Khas daerah Sumbawa, bahan yang digunakan benang katun yang dipadukan dengan benang emas dan perak sebagai motif yang dimodifikasi kembang sebagai corak digunakan pada upacara adat.

Motif Keker, Motif Keker menggambarkan kedamaian dalam memadu kasih bernaun di bawah pohon sebagai motif dasar benang katun dan berkembang menjadi masrized dan benang sutra dan diberikan motif berbahan benang emas atau perak. Penggunaannya untuk pakaian untuk pesta.

Motif Subhanalla, Pada mulanya yang dinamakan Motif Subhanalla adalah motif geometris segi enam, didalamnya diberi isian atu dekorasi berbagai bentuk bunga seperti bunga remawa, kenanga, tanjung, warna dasar kain merah atau hitam bergaris-garis goenometris warna kuning. Dan motif Subhanalla banyak ragamnya . Penggunaan biasanya digunakan oleh kaum pria dan wanita untuk pakaian acara pesta atau upacara adat.

Motif Anteng, Motif Anteng biasa digunakan untuk kain sabuk atau pengikat pinggang kaum wanita yang penggunaannya untuk pakaian sehari-hari atau upacara Nyongkol (Acara berkunjung mempelai laki-laki keluarga mempelai perempuan). Motif Anteng coraknya jalur-jalur lurus membujur searah dengan benang lungsinya berwarna kuning, hijau dan lainnya dan kedua ujungnya berumbai.

Motif Brut, Kain Brut pada masa lalu dibuat dari benang pintalan butan tangan (bahan dari kapas) yang berstektur agak kasar, biasanya dibuat dengan motif kotak-kotak dan dipakai untuk selimut. Sedangkan kain “ Brut “ Polos tanpa motif biasanya untuk kain kapan orang meninggal sampai saat ini

Bagi Anda yang menyukai seni tenun, dan pemburu kain-kain khas Indonesia, rasanya kurang lengkap deh kalau tidak singgah ke Sumbawa, karena bonusnya banyak, selain bias memperoleh kain tenun yang berkuwalitas tinggi, Anda juga dapat merasakan Madu murni yang menyehatkan khas Sumbawa, serta Susu Kuda Liar yang berkhasiat sebagai obat khas Sumbawa, bahkan memperoleh perhiasan-perhiasan Mutiara yang menarik sebagai aksesoris keseharian Anda… yuk! Ke Sumbawa..

Info and tips
Pembuatan kain tenun yang masih bias dijumpai di Sumbawa saat ini adalah Desa Lengas, Desa Moyo, Desa Poto. Sedangkan jika Anda ingin melihat lokasi pembuatan kain tenun di zaman Kerajaan Kesultanan Sumbawa, dapat mengunjungi Istana Dalam Loka, yang terdapat ruang-ruang khusus pembuatan tenun.
Mau jalan-jalan ke Sumbawa perkara gampang kok, buat Anda yang akan menggunakan penerbangan cukup menuju Lombok atau Bali, nanti dari sana Anda akan langsung terbang menuju Pulau Sumbawa, rute atau tujuan/destinasinya cari saja tujuan Sumbawa atau Bima karena di dua Kabupaten tersebut yang memiliki Bandara besar.