JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Mengenal Lebih Dekat Suku Sasak Lombok

Culture
Typography

Pulau Lombok tidak hanya terkenal dengan keindahan lautnya yang indah dan mempesona. Masih banyak tempat wisata lainnya yang bisa dijelajahi. Salah satunya dengan mengenal lebih dekat kehidupan penduduk asli Lombok, yakni suku Sasak di Desa Sade, Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Pulau Lombok tidak hanya terkenal dengan keindahan lautnya yang indah dan mempesona. Masih banyak tempat wisata lainnya yang bisa dijelajahi. Salah satunya dengan mengenal lebih dekat kehidupan penduduk asli Lombok, yakni suku Sasak di Desa Sade, Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Desa Sade terletak persis di samping jalan raya, sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Lombok dan sudah terkenal di kalangan para wisatawan lantaran Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata.


Bahasa yang mereka gunakan sehari-hari adalah Bahasa Sasak dan Bahasa Indonesia. Mayoritasnya memeluk agama Islam yang sebelumnya dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Animisme. Mata pencaharian mereka pada umumnya bertani dan bagi wanita menenun kain ikat. Rumah adat mereka menggunakan atap dari rumput alang-alang, dinding dari anyaman serta pintu kayu. Begitu pula dengan lantainya yang sebagian masih terbuat dari tanah liat. Uniknya, warganya punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan air dicampur dengan kotoran kerbau. Suku Sasak yang dahulu menganut animisme percaya bahwa membersihkan lantai dengan kotoran kerbau dapat membuat rumah lebih bersih, hangat dan dijauhi nyamuk.
Namun yang paling menarik dari adat suku Sasak adalah proses perkawinannya, yakni adanya tradisi merarik atau kawin lari. Jadi, ketika keduanya sudah sama-sama cocok, si pria akan membawa lari wanita untuk diinapkan di rumahnya. Setelah itu, keluarga pria akan memberi tahu kepala kampung untuk menyampaikan kepada orang tua si gadis soal anaknya yang hilang diculik. Setelah semua berkumpul dan disepakati, barulah keduanya dinikahkan secara resmi.