JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Di Balik Cerita Kain Tenun Khas Suku Sasak Lombok

Culture
Typography

Menenun kain merupakan aktivitas sehari-hari perempuan suku Sasak Lombok khususnya di Desa Sade, Rambitan, Kecamatan Pujut. Aktivitas itu juga menjadi syarat yang wajib dipenuhi agar dapat menikah.

Menenun kain merupakan aktivitas sehari-hari perempuan suku Sasak Lombok khususnya di Desa Sade, Rambitan, Kecamatan Pujut. Aktivitas itu juga menjadi syarat yang wajib dipenuhi agar dapat menikah.Itulah mengapa keterampilan menenun diperkenalkan sejak usia dini.Selain karena tradisi, menenun kain juga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Mungkin selama ini orang lebih mengenal kain tenun atau songket berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Sumatera. Padahal, suku Sasak Lombok juga memiliki kain tenun sendiri yang tak kalah bagus.


Kain Tenun Desa Sade yang ditawarkan pun sangat beragam, antara lain motif ayam, motif kembang delapan, motif kembang empat, motif begambar tokek yang merupakan simbol keberuntungan dan masih banyak lagi. Masing-masing motif memiliki maknanya sendiri-sendiri. Untuk menenun satu kain diperlukan minimal satu minggu untuk motif yang sederhana. Kain tenun Sasak juga bisa diolah lagi menjadi pakaian, tas atau aksesoris lainnya.
Kain yang ditenun secara manual dijual dengan harga mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah.Cukup mahal memang, namun mengingat bahan, motif dan waktu pengerjaannya, harganya cukup masuk akal. Demi menjaga keaslian tenun khas Desa Sade, kain tenun ini tidak diperjual belikan di tempat umum. Jadi, bagi kamu yang berencana mengunjungi Desa Sade Lombok, jangan lupa untuk membelinya ya.