JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Magnet Tana Toraja

Culture
Typography

Dibalik keindahan alam pegunungan Tana Toraja dan Kesejukan udaranya, kesan magis di sini kental terasa, bukan karena beberapa lokasi tebing pegunungan dijadikan tempat penguburan, melainkan beberapa kegiatan-kegiatan ritual budaya atau adat istiadat yang telah menjadi tradisi disana, kegiatan tradisi tersebut merupakan kegiatan budaya yang sakral, dan selalu menghubungkannya dengan arwah para leluhur.

Jalan-jalan ke Tana Toraja enggak lengkap kalau belum ke Kate Kesu, siapa yang enggak kenal dengan Tongkanan yaitu bangunan rumah tradisional khas Tana Toraja, dan Tongkanan juga pernah menghiasi uang kertas Rp.5000 (lima ribu rupiah), masih ingat khan?.
Saat Anda berada di Kate Kesu, akan disuguhkan oleh bangunan-bangunan Tongkonan tua  yang dihiasi oleh ukiran khas Toraja, serta sejumlah tanduk-tanduk kerbau yang tersusun rapih disetiap rumahnya, dengan bangunan rumah yang dibuat sejajar dan saling berhadapan, menjadikan keindahan dan keunikan Kate Kesu tersendiri dibanding daerah lain. Selain rumah-rumah tradisional juga terdapat beberapa lumbung padi disekitarnya, serta adanya bengunan megalith yang menambah kesan magis perkampungan Kate Kesu, apalagi tak jauh dari pemukiman tersebut terdapat tempat pekuburan tebing, perkuburan bergantung dan bangunan batu yang diberi pagar, semua pekuburan dan Tongkonan tersebut dibuat sesuai strata sosial pemiliknya.

Dibalik keindahan alam pegunungan Tana Toraja dan Kesejukan udaranya, kesan magis di sini kental terasa, bukan karena beberapa lokasi tebing pegunungan dijadikan tempat penguburan, melainkan beberapa kegiatan-kegiatan ritual budaya atau adat istiadat yang telah menjadi tradisi disana, kegiatan tradisi tersebut merupakan kegiatan budaya yang sakral, dan selalu menghubungkannya dengan arwah para leluhur.
Tak heran jika Tana Toraja menjadi salah satu situs Warisan Budaya Dunia di Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO beberapa tahun silam,  hal tersebut menandakan bahwa budaya Indonesia itu unik, beragam dan menarik, sehingga wajib bagi kita sebagai anak bangsa untuk ikut berpartisipasi dalam pelestarian Budaya Nusantara, karena budaya merupakan jati diri Bangsa.

Need to Know
Jika Anda memiliki rencana jalan-jalan ke Tana Toraja, kami menyarankan sebaiknya sekitar bulan Juni-Juli dan Desember, karena biasanya di bulan-bulan tersebut banyak dilakukan tradisi penyembelihan hewan (Kerbau ataupun Babi) dalam jumlah besar,  dan tradisi itu biasa disebutnya Rambu Solo' atau upacara adat kematian. Sedangkan cuaca yang terbaik di Tana Toraja itu sekitar bulan Mei dan Oktober, sehingga Anda dapat memilih bulan yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Untuk menuju ke Tana Toraja tidaklah sulit, karna dapat dilalui dengan transportasi darat dan udara, jika melalui udara Anda dapat memesan langsung tiket penerbangan tujuan Rantetayo (bandara Pongtiku), penerbangan yang melayani rute tersebut tergolong penerbangan perintis sehingga Anda harus memesan langsung di Bandara Hasanuddin Makasar atau melalui travel agent setempat, sedangkan untuk melalui jalan darat Anda dapat menggunakan Bus angkutan umum ataupun mencarter kendaraan, perjalanan darat akan memakan waktu kurang lebih 6 jam, tetapi jangan kwatir dalam perjalanan darat Anda akan disuguhi dengan  Indahnya pemandangan Sulawesi Selatan.