JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Picu Adrenalin di Pulau Sumbawa

Adventure
Typography

Jalan-jalan untuk menghilangkan kepenatan, bahkan untuk menghilangkan stress dari buruan target-target pekerjaan, tidak melulu harus dilakukan dengan bersantai-santai ria ataupun cara-cara lain untuk lebih relax, saat ini yang lagi hits itu sebaliknya, karena langkah cepat menyegarkan diri kita sebelum memasuki nyata rutinitas kerja, banyak dilakukan dengan kegiatan-kegiatan Adventure atau petualangan. Justru dengan cara memompa semangat dengan aktivitas yang memicu adrenalin saat jalan-jalan, banyak menimbulkan kegembiraan dan bahkan pengalaman baru yang cerita serunya terus berbekas.

 

Nah.! Buat yang mau jalan-jalan yang memicu adrenalin, sekalian dapet bonus menyaksikan keindahan alam yang luar biasa ya di Pulau Sumbawa lah tepatnya, karena di pulau Sumbawa Anda dapat menyaksikan pertandingan atau lomba yang sangat mendebarkan, bahkan sesekali bagi pengunjung yang berani dapat mencobanya. Terdapat dua permainan yang telah lama menjadi daya tarik wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara, dua permainan tersebut adalah Balapan atau Pacuan Kuda khas Sumbawa yang dikenal dengan Maen Jaran, dan Balapan Kerbau khas Sumbawa yang disebut dengan Barapan Kebo.

Barapan Sapi

Barapan Kebo” itulah sebutan dari permainan rakyat sumbawa ini yang dalam bahasa indonesianya adalah Balapan Kerbau. Brapan Kebo sendiri merupakan permainan yang sangat populer di Sumbawa yang hampir di setiap bulannya dapat kita jumpai di Sumbawa. Barapan Kebo sebenarnya diadakan saat musim penghujan datang, yang mana untuk merayakan musim tanam padi di sumbawa, Barapan Kebo tergolong permainan yang cukup ekstrim, dikarnakan joki Kerbau harus berdiri stabil di atas kayu bajak tradisional sumbawa.

Tidak hanya itu, para kerbau-kerbau di tuntut untuk berlari sekencang-kencangnya untuk mendapatkan waktu tercepat seiring para joki memecut pantat kerbau barapan, yang lebih menantang lagi yaitu disaat para joki dan kerbaunya berlari sangat kencang mereka pun harus bisah menyentuh “SAKA”

Saka adalah sebatang kayu yang di tancapkan di tengah-tengah petakan sawah. Saka tidak sembarang Saka, kayu ini telah di beri doa-doa oleh salah seorang sandro (dukun) bertujuan agar joki dan para kerbau nya tidak dengan mudah untuk menjatuhkan Saka tersebut.

Percaya tidak percaya Tak sedikit dari para joki dan kerbaunya yang tidak dapat menyentuh saka. Seolah-olah mereka spontan berbelok arah saat hendak mengenainya. Tidak sembarangan kerbau yang bisa mengikuti permainan rakyat ini. Hanya kerbau-kerbau tangguh yang telah dilatih dan di berikan ramuan-ramuan penangkal bala yang dapat mengikuti permainan rakyat ini. Di hampir semua desa yang ada di sumbawa memiliki kerbau-kerbau barapan sehingga disaat diadakan permainan rakyat ini, kerbau-kerbau barapan pun keluar untuk mengikuti perlombaan tanpa terkecuali, masing-masing desa membawa kerbau-kerbau andalannya untuk di pertunjukan. Dan tidak heran saat berkumpul di satu lokasi kita bisa menjumpai ratusan kerbau tangguh.

Barapan kebo di sumbawa merupakan permainan rakyat yang sudah mendarah daging di hampir seluruh masyarakat sumbawa, barapan kebo di zaman dahulu bertujuan untuk saling gotong royong bantu membantu untuk membajak sawah, karena kerbau di sumbawa sendiri merupakan salah satu hewan yang di jadikan alat untuk membantu petani yang hendak membajak sawahnya, dan hingga saat ini permainan rakyat ini masih dilestarikan di sumbawa baik itu dari fungsi, adat dan kegunaannya.

Barapan kerbau bisa kita jumpai hampir di setiap desa yang ada di sumbawa. Tidak sedikit dari para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara yang antusias untuk datang dan melihat permainan rakyat sumbawa ini.

Maen Jaran

Jika Anda pernah melihat pacuan kuda, baik di televisi maupun secara langsung di stadion, pasti akan berdecak kagum dan mengacungkan jempol Anda ke para Joki, karena si Kuda akan memacu dengan kecepatan yang paling maksimal sampai ke garis finish, tidak jarang si kuda berserempetan atau tersenggol oleh kuda lain, karena jumlah peserta lomba dan lebar area stadion yang tidak terlalu lebar.
Ya! Bagi kita yang melihat memang sangat seru pacuan kuda tersebut, sampai dapat bersorak-sorak kegirangan walau sambil memakan cemilan, tetapi bagi para Joki tentunya dibutuhkan konsentrasi yang tinggi di atas pelana, dan selalu siap dengan berbagai kejutan di area pacuan.

Masyarakat di Pulau Sumbawa tidak asing jika bicara Pacuan Kuda, karena kegiatan pacuan kuda yang biasa disebut Maen Jaran merupakan kegiatan tradisional Pulau Sumbawa, bedanya Maen Jaran dengan Pacuan Kuda pada umumnya adalah, Maen Jaran pada umumnya menggunakan Kuda pacu lokal Sumbawa dan pengemudinya atau Jokinya adalah Anak-anak yang masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar), yang rata-rata berusia 9 – 12 tahun.

Maen Jaran biasanya diadakan setelah musim panen, rasa suka cita masyarakat desa dicerminkan dengan kemeriahan acara-acara syukuran, dan salah satunya mengadakan lomba pacuan kuda untuk warga Sumbawa, para Joki Cilik begitu para joki biasanya disebut, menyambut setiap kegiatan Maen Jaran dengan antusias dan bersemangat, tak jarang dari mereka para Joki yang telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk siap berlaga memenangkan lomba, bagi para Joki Cilik terpilihnya ia menjadi seorang joki adalah merupakan kebanggaan tersendiri, apalagi dapat memenangkan sebuah pertandingan.