JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Keajaiban Dunia Meti Kei

Adventure
Typography

Indonesia Negara yang kaya, memiliki beragam keindahan alam wisatanya, serta banyak tersimpan pula keajaiban-keajaiban Dunia sampai kepelosok Negeri, bahkan beberapa keajaiban Indonesia telah diakui dan tercatat dalam daftar keajaiban di Dunia.
Ternyata masih ada mutiara keajaiban yang tersimpan nun jauh di Maluku Tenggara, Maluku Tenggara bukan saja menyimpan “Surga Indonesia yang selama ini tersembunyi”, tetapi juga menyimpan Keajaiban Dunia disana, keajaibannya yang tersimpan itu adalah “Meti Kei”.

 

Meti dalam bahasa sehari-hari di Maluku dikenal dengan arti Kering Kerontang, atau dalam istilah yang diguanakan dalam bahasa sehari-hari berarti “Bokek” atau Kering tidak ada duit sama sekali ?, mudah-mudahan Anda tidak Meti ya hari ini…hehe.
Sedangkan dalam ilmu kelautan, atau istilah para pelaut maupun nelayan, Meti Kei itu sendiri berarti Fenomena Alam Air Laut Surut terbesar dan terpanjang yang hanya ada di Kepulauan Kei, dan dapat dimungkinkan menjadi air laut surut terluas di Dunia.

Karena saat kami berkunjung ke Kepulauan Kei, kami sempat berjalan dari bibir pantai menuju laut hingga mendekati batas akhir air surut, kira-kira kami berjalan kurang lebih mencapai 3 km, belum lagi luas kanan-kiri yang sejajar dengan pantai, dan uniknya lagi Meti Kei ini terjadi bukan di satu pantai atau satu daerah pantai saja, melainkan dibeberapa tempat di pantai-pantai Kepulauan Kei.

Fenomena alam Meti Kei rupanya merupakan Anugerah Tuhan kepada Masyarakat Kepulauan Kei, justru kebalikan dari istilah ungkapan sehari-hari masyarakat Maluku, karena dengan fenomena alam para nelayan tidak perlu melaut jauh-jauh lagi, mereka para nelayan biasanya melakukan penangkapan langsung saat air surut, dengan menggiring ke arah pantai, sehingga nelayanpun tinggal membawa tombak untuk mengambil ikan yang menggelepar-gelepar menumpuk di tempat yang surut, bahkan kini fenomena alam Meti Kei ini menjadi daya tarik bagi wisatawan, karena selain dapat menyaksikan serta ikut dalam penangkapan ikan bersama nelayan, wisatawan kini dapat berjalan-jalan hingga ke tengah laut tanpa berenang, …gimana seru and keren banget khan…

Tips and Info
Jika Anda ingin menyaksikan langsung Meti Kei, sebaiknya Anda berkunjung sekitar bulan September sampai dengan Oktober, karena biasanya dibulan-bulan ini fenomena surutnya sangat luas dan air pasang agak lama, sehingga wisatawan yang berkunjung dapat berjalan hingga ketengah lautan, sambil melihat pemandangan, juga melihat biota-biota laut yang unik dalam tumpukan karang-karang kecil.
Disarankan menggunakan sandal gunung atau sepatu karang, saat berjalan saat air surut, karena menghindari adanya karang tajam yang dapat melukai, biasanya saat Meti Kei panas terik matahari akan terasa menyengat, jadi bagi Anda yang butuh perlengkapan menghalau sengatan panas matahari jangan sampai terlupa, dan tetap selalu hormati serta jaga alam kita.

How to Gate There
Untuk mencapai lokasi-lokasi pantai Meti Kei perlu direncanakan dahulu pilihan pantainya, karena tidak semua searah atau berjauhan tempatnya. Hampir semua pantai yang surut akibat Meti Kei tidaklah sulit dijangkau, karena oleh pemerintah setempat telah dibuat akses jalan yang mudah bagi para wisatawan untuk menjangkaunya, baik dengan kendaraan roda empat maupun roda dua.
Agar Anda dapat mengeksplore lebih banyak saat di pantai, sebaiknya telah tiba di lokasi dari pagi hari sekitar pukul 08:00 atau 9:00 pagi, sehingga dapat menggunakan waktu yang maksimal untuk berkunjung ke spot yang lain.