JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Perjalanan ke Puncak Sikunir di Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Adventure
Typography

“Ragam Destinasi Wisata Petungkriyono, “Negeri Atas Awan” yang Pesonanya Tiada Dua.”
Hujan dan kabut di “Negeri Atas Awan”.

Perjalanan merengkuh awan ke puncak sikunir ditemani saudara sekaligus sahabat saya Mas Iga. Dan hanya berdua kami melakukan perjalanan ini dari Kota Batik Pekalongan menuju Golden Sunrise Sikunir.

Untuk urusan panjat memanjat gunung dia masternya, pernah beberapa kali menjadi ketua MAPALA UMY Jogjakarta gak perlu diragukan lagi soal pengalamannya.

Termotivasi pengen lihat sunrise di puncak sikunir yang konon kabarnya menjadi sunrise terindah di Indonesia menjadikan kami nekat kesana.

Ini penampakan sunrise sikunir yang pengen kami lihat :

Keren banget kan..

Sore hari kami start dari rumah mengendarai kuda besi yang harus siap tempur menaklukan medan yang lumayan berat ke Dieng.

Memang medannya seberat apa..?

Yap nanti kamu bisa menilai sendiri betapa asyiknya perjalan kami; menelusuri hutan belantara yang masih perawan, naik turun gunung dengan jalan berbatu dan berkabut, hingga melewati desa terluar yang sangat indah..

Owa jawa penunggu Hutan Perawan.

Jalur yang kami pilih tidak seperti biasanya melalui kajen (ibu kota kabupaten pekalongan) – kalibening – batur – lalu sampai ke dieng.Kami memilih jalur baru melewati negeri atas awan yang indah.

Negeri atas awan itu mana..??

Nanti kamu bakal tahu..

Start perjalanan dari rumah kami desa sokosari kecamatan karanganyar, kami menuju bogor-nya pekalongan, yap ..kecamatan doro. Karena disini terkenal banget dengan hawa dinginnya dan curah hujan yang relatif tinggi..

Perjalanan kami lanjutkan menuju kecamatan petungkriyono, kecamatan paling ujung selatan Kabupaten Pekalongan.Kali ini kami harus menerobos hutan tropis petungkriyono yang masih perawan, dan tentu saja dengan keindahan alam yang tiada duanya.Dikawasan hutan lindung ini kamu bisa berhenti sejenak menghirup sejuknya udara hutan yang alami dan menyegarkan.

Disini jika kamu beruntung kamu bisa menjumpai kawanan habitat owa jawa yang merupakan habitat asli hutan ini.
Keluar dari hutan kamu bakal di sambut air terjun yang berada persis di tepi jalan. Parkir motormu disini dan rasakan percikan air gunung yang super dingin…

Keindahan yang gak ada habisnya..itulah rasa yang layak disematkan untuk alam Petungkriyono.Setelah air terjun, panorama alam ini bisa kamu nikmati sepanjang jalan hingga sampai di Kecamatan Petungkriyono nanti.Kondisi geografis petungkriyono merupakan bagian dari rangkaian dataran tinggi dieng, menurut data topografi ketinggian petungkriyono sekitar 1.294 dpl.Karena terletak di ketinggian inilah mungkin banyak orang menyebut daerah ini dengan “negeri atas awan”.Di kecamatan petungkriyono banyak terdapat destinasi wisata alam yang menakjubkan yang mesti segera kamu kunjungi.

Penasaran ingin melihatnya..?  Baca ini ya :

“Ragam Destinasi Wisata Petungkriyono, “Negeri Atas Awan” yang Pesonanya Tiada Dua.”
Hujan dan kabut di “Negeri Atas Awan”.

Jangan lupa membawa mantel/jas hujan jika kamu melancong ke petungkriyono, curah hujan di pegunungan ini cukup tinggi.Perjalanan kami pun terhalang oleh  hujan dan kabut yang turun ketika hampir sampai di petungkriyono.Jarak pandang yang mulai berkurang dan hawa yang semakin bertambah dingin membuat kami harus berhenti sejenak di warung makan untuk berteduh dan menyeruput secangkir kopi.

Ini penampakan kondisi jalan petungkriyono saat ketik hujan dan kabut turun :

Sekitar pukul 5 sore kami lanjutkan perjalanan..
Rute selanjutnya kami dibuat takjub dengan keindahan pegunungan rogojembangan yang mempesona..
Tidak begitu lama melintasi pegunungan ini kami tiba di desa terluar kabupaten pekalongan, yaap desa gumelem.

Desa paling ujung selatan kabupaten pekalongan yang langsung berbatasan dengan kabupaten banjarnegara.
Dinginnya Telaga Cebong di Desa Sembungan desa tertinggi di Pulau Jawa.

Sekitar jam 7 malam kami sampai di kawasan wisata dieng namun kami baru sampai di base camp pendakian sikunir sekitar jam 9 malam, kami  harus berteduh beberapa kali karena hujan.

Bace camp ini terletak persis di area telaga cebong di desa tertinggi di pulau jawa “Desa Sembungan” Bertemu teman-teman baru di base camp sikunir menjadi pengalaman yang sangat mengasyikan.Menurut informasinya sih, kalo malam minggu rata-rata sekitar 1.000 – 1.200 pendaki yang berkemah disini.. Woooow!! Sambil menyeruput cokelat panas dengarkan dulu arahan mas-mas pemandu sebelum kita mendirikan tenda.

Ini suasana sekitar jam 10 malam di tepi telaga cebong, persis di bibir telaga ini kami dirikan tenda :

Terletak di ketinggian 2.263 dpl membuat suhu udara disini super-super dingin, di malam hari suhu udara sekitar 6 – 10° Celcius..pantes dingin banget ya…
Bahkan suhu udara bisa mencapai 0° Celcius di pagi hari ketika musim kemarau (antara bulan juli – agustus) dan memunculkan embun beku yang oleh masyarakat sekitar sini disebut sebagai “bun upas” (embun racun).Yang gak kuat dengan suhu dingin gak usah kawatir kamu bisa menyewa sleeping bag dengan harga yang sangat terjangkau, hanya 10 ribu rupiah saja.

Ini sahabat saya yang mantan ketua MAPALA UMY – Jogja.. ada yang kenal??
Gak bakal kuat deh badan ini menahan dinginnya cuaca sikunir kalo gak di hangetin pake kopi panas..Semakin malam semakin rame para pendaki yang baru datang, gak cuma pendaki lokal loh..orang bule juga banyak yang melancong kesini..

Biasanya bagi mereka yang hanya sekedar ingin melihat sunrise dan gak menginap disini mereka datang antara pukul 2-3 dini hari untuk langsung naek ke puncak sikunir.Saatnya mulai menapakkan kaki di jalur pendakian Golden Sunrise.Pukul 2 dini hari tempat ini semakin padat saja, beberapa yang datang langsung mendaki ke puncak.Dalam batin, aku bertanya-tanya “kok pada kuat ya jam segini naek ke puncak..?”

Dibawah sini saja dinginnya minta ampun..Pukul 4 pagi lebih kami memutuskan mulai menapaki jalur ke puncak sikunir. Memakai jaket super tebel, hawa dingin masih saja terasa menusuk-nusuk tulang..Gak butuh waktu lama hanya sekitar 30  menit kami sampai di puncak sikunir.Dan ternyata aku baru tahu kenapa banyak yang sudah naek ke puncak sikunir saat jam 2 pagi, ternyata bagi yang datang belakangan gak ke bagian tempat yang bagus untuk melihat sunrise.

Yang laen asyik foto-foto sunrise kami asyik menikmati secangkir teh panas khas dieng..lumayan bikin tubuh jadi agak hangat.Panorama dieng yang indah dari atas bukit sikunir menjadi obat penghibur bagi kami, setidaknya kami bisa menikmati keindahan alam dari puncak sikunir.Yuk saatnya kembali turun ke perkemahan.. menyaksikan keindahan telaga cebong dari atas..

Inilah pengalaman saya di sikunir semoga bisa menambah wawasan untuk teman-teman semua..Saatnya kembali ke kota batik tercinta..

Sumber Artikel : Perjalanan ke Puncak Sikunir di Desa Tertinggi di Pulau Jawa