JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Mata Air di Puncak Cibuntu

Adventure
Typography

Cibuntu selain keindahan alamnya dan pepohonan buah-buahan serta obat-obatan yang terdapat di hutan juga dikenal dengan peninggalan sejarahnya, itu ditandai dengan banyaknya situs-situs yang dapat dijumpai sepanjang perjalanan, diperkirakan situs-situs tersebut sudah ada dari 5.000 sampai 10.000 tahun lalu.

Sehabis Subuh walau gerimis-gerimis kami tetap bergegas memulai hari di Cibuntu ke area persawahan untuk menanti terbitnya matahari (sunrise) dengan berjalan menyusuri jalan-jalan setapak ditepi sawah sambil menikmati panorama yang menghadap langsung ke Gunung Ciremai, walaupun cuaca sedikit mendung keindahan panorama tetap dapat kami nikmati indahnya awal hari.

Seiring matahari yang lambat-laun muncul mulai banyak terlihat hilir-mudik kesibukan para petani dan peternak, bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman langsung dalam bercocok tanam dapat langsung terjun membantu para petani begitupun bagi yang ingin merasakan kegiatan beternak, hal tersebut memberikan pengalaman-pengalaman menarik yang belum tentu kita bisa dapatkan di tempat tinggal kita.

Udara yang sejuk dan air bersih yang terus mengalir di pinggiran sawah tidak akan terasa kalau matahari sudah meninggi, saatnya melanjutkan kegiatan berikutnya yaitu menuju Curug Gongseng yaitu air terjun yang terdekat dari pusat desa, cocoklah untuk menyegarkan tubuh sehabis membajak sawah ataupun memberi makan ternak, jarak persawahan dengan air terjun sekitar 1,5.km dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan rute perjalanannya pun mudah karena penduduk desa telah membuat jalan khusus menuju air terjun.

Curug Gongseng berada di ketinggian dengan di kelilingi oleh tebing-tebing batu cadas disekitarnya menambah keunikan lain yang ada di air terjun, sehingga saat kami tiba di air terjun sambil menikmati dinginnya air terjun yang berlatar belakang bebatuan dan disisi lain kamipun dapat melihat Desa Cibuntu dari ketinggian, setengah jam lebih kami bermain-main di air terjun dan melanjutkan perjalanan berikutnya yaitu kembali ke desa dengan menyusuri hutan di kawasan desa.

Cibuntu selain keindahan alamnya dan pepohonan buah-buahan serta obat-obatan yang terdapat di hutan juga dikenal dengan peninggalan sejarahnya, itu ditandai dengan banyaknya situs-situs yang dapat dijumpai sepanjang perjalanan, diperkirakan situs-situs tersebut sudah ada dari 5.000 sampai 10.000 tahun lalu.

Dalam perjalanan ke desa jika Anda haus tak perlu kuatir karena di tengah hutan terdapat sumber mata air yang dapat di minum dan para penduduk desa menyebutnya “Cikahuripan”, melihat mata air yang bersih serta jernih langsung kami mencoba meminumnya untuk menghilangkan dahaga selama perjalanan, ternyata kami ketagihan meminum sumber air tersebut karena lebih segar dari air mineralyang dijual bebas diwarung-warung terasa dingin dan menyegarkan

Stay
di Cibuntu telah banyak terdapat rumah-rumah penduduk yang dijadikan penginapan (home stay) termasuk dengan makan-minum ala pedesaan.

What to Do
Yang dapat dilakukan di Desa Wisata Cibuntu adalah, mencoba langsung cara bercocok tanam, membajak sawah, berkebun, berternak kambing, memasak menu-menu lokal, ber wisata ke air terjun curug Gongseng, menikmati perbukitan, minum langsung dari sumber mata air dan mengunjungi beberapa situs purbakala.

Need to Know
Saat ini sangat mudah akses ke Kabupaten Kuningan, dengan adanya Tol Cikapali dari Jakarta relatif lebih cepat, yaitu sekitar 2:00 – 2:30 jam perjalanan (lancar/tidak macet), dan jika menggunakan Kereta Api tetap transit di Cirebon, setelah itu dilanjutkan dengan travel/angkutan umum yang ada di area stasiun Cirebon.